Rancang Aplikasi Mlijo, Mahasiswa FIA UB Pertemukan Petani dan Restoran


MALANG – Menggagas aplikasi yang mampu menjembatani petani dengan konsumen, tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB menyabet juara pertama dalam Kompetisi Nasional GEMASTIK. Ketiganya yakni Ekananda Putri Nurafandi dan Muhammad Fathir, yang tergabung dalam Tim LABORAN membuat aplikasi ‘Mlijo’, untuk membantu petani mendapatkan penjualan yang lebih tinggi.
Bermula dari kejelian mereka melihat fenomena di masyarakat, yakni peningkatan kebutuhan pangan yang tak dibarengi dengan jumlah petani. Padahal, tingginya jumlah permintaan barang mestinya akan meningkatkan pendapatan mereka.
“Ini bisa jadi karena dua hal. Yang pertama karena petani tahu harga pasar dari tengkulak, dan yang kedua karena rantai distribusi pasar yang sangat panjang, dimana di masing-masing  ada marginnya. Sehingga petani tentu nggak bisa matok harga lebih tinggi,” ujar Eka.
Dari hasil kalibrasi, tim yang bernaung di bawah El Lab (Entrepeneurship and Inovation Laboratory) ini menemukan bila sistem pasar memang berjalan sedemikian rupa. Sistem rantai tidak dapat dipotong. Sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk menghubungkan petani dengan pasar yang lebih besar, yang membutuhkan ketersedian barang setiap hari, yakni rumah makan.
“Aplikasi ini nggak langsung besar, namun kami membuatnya secara bertahap. Awalnya kami bikin fitur utama, dites, lalu divalidasi ke petani. Dalam artian, kami datang ke petani dan mencari tahu masalahnya, dicari solusinya dan dikombinasikan dengan ide kami. Lalu dilempar lagi ke petani dan restauran, buat lagi, dan lempar lagi,” paparnya.
Karena masih banyak petani yang belum familier dengan aplikasi, maka tim Laboran menggandeng kelompok tani. Setiap kali orderan datang, maka kelompok petani yang akan menginformasikan kepada petani. Pengiriman barang dilakukan oleh tim Laboran sendiri yang akan menjemput ke lokasi.
“Saat ini sudah ada 15 kelompok petani yang sudah bergabung, jadi ada sekitar 1500 petani. Lokasinya mereka ada di Batu dan Tumpang, restaurannya pun juga yang berada tidak jauh dari sana. Sehingga restauran tidak akan menunggu barang terlalu lama, dan lebih mudah untuk mendistribusikannya,” kata mahasiswa jurusan Ilmu Adminsitrasi Bisnis ini.
Pemesanan via aplikasi ini dapat diakukan pada H-1. Tak hanya untuk restaurant, ibu-ibu yang tak ingin repot ke pasar juga dapat memesan melalui aplikasi ini. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...