SMKN 5 Nyaris Tak Bisa Ikut Simulasi UNBK


MALANG – SMKN 5 Malang nyaris tidak bisa mengikuti simulasi UNBK pertama yang diadakan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Senin (6/11) hingga Selasa (7/11). Sebab, beberapa data pokok kependidikan (Dapodik) siswa belum terdaftar. Namun beruntung, sehari sebelum pelaksanaan simulasi, data siswa berhasil dilengkapi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (Wakakur) Agus Supriyadi membenarkan hal itu. Sekolahnya nyaris tidak bisa mengikuti simulasi karena keteledoran siswa tentang data.
“Data siswa memang belum lengkap, sampai H-1. Akhirnya saya terus menunggu data mereka. Saya coba untuk terus menginput data sampai pada akhirnya data terinput semua pada hari Minggu (5/11). Dan semua bisa mengikuti simulasi,” paparnya.
Pelaksanaan simulasi UNBK inipun berjalan lancar. Selama dua hari, hingga kemarin (7/11) tidak ada kendala, baik dari pengisian data atau secara teknis.
“Pelaksanaan simulasi yang kami harapkan, adalah dari segi teknis siswa bisa belajar tentang pelaksanaan UNBK. Mulai dari cara pengisian data agar mereka tidak kaku nantinya,” kata Agus.
SMKN 1 Kota Malang, mempersiapkan kepala laboratorium untuk menjadi pengawas UNBK 2018. Kepala Laboraorium ini bertugas menjaga simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Senin (6/11). Simulasi itu digelar di enam laboratorium.
Salah satu kepala laboratorium Bahasa, Andri Retno mengatakan, dari hasil penjagaannya kemarin, ditemukan ada empat CPU yang masih rusak.
“Keempat CPU tersebut nanti akan dibetulkan setelah proses simulasi beres semua,” kata dia.
Guru bahasa Inggris itu mengatakan, CPU yang rusak masih belum memengaruhi proses simulasi, tapi ketika UNBK berlagsung nanti, harus bisa terpakai seluruhnya.
Selain CPU, hal lain yang juga penting dalam simulasi adalah melatih kemahiran kepala lab dalam memuat data pokok pendidikan siswa (Dapodik).Sebab, mereka nantinya yang akan melayani siswa dalam registrasi data. “Data ini penting, jadi kami memang harus bisa memahirkan siswa menggunakan dan mengisi data,” terangnya.
Setiap ruang laboratorium diisi 31 anak. Sekolah membagi pelaksanaan simulasi dalam tiga sesi Ada tiga mata pelajaran (mapel) yang disimulasikan, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
“Hari ini simulasi dua mapel, yaitu Bahasa Indonesia, dan Matematika. Namun, soalnya digabung menjadi satu,” jelas Wakil Kepala SMKN 1 bidang kurikulum Erna Sukmawati. Karena simulasi, kartu ujian sampai kertas absensi persis seperti saat pelaksanaan UNBK
“Simulasi ini sangat penting karena bisa mengetahui kesiapan laboratorium peralatan, proktor, teknisi, hingga siswa,” papar Erna.
Nilai siswa saat simulasi juga bisa menjadi masukan/evaluasi bagi pihak sekolah. Misalnya, nilai siswa yang sudah memenuhi nilai kelulusan bisa dimaksimalkan. Jika ada yang masih kurang pun bisa diperbaiki dengan lebih meningkatkan daya belajar siswa. Meskipun ada simulasi, proses kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.(sin/oci)

Berita Lainnya :

loading...