Perawat dan Bidan Harus Utamakan Misi Kemanusiaan


MALANG - Hari ini, (9/11/17), STIKES Kendedes menggelar wisuda di Hotel Santika Premier. Pembina Yayasan Kendedes Malang, dr. Muljo Hadi Sungkono SpOG (K) mengatakan, lulusan D III Kebidanan, D III Keperawatan dan S 1 Keperawatan telah mengikuti berbagai disiplin ilmu, baik secara teori maupun praktik serta melalui asahan berbagai soft skill. Dengan menyandang Ahli Madya Kebidanan, Ahli Madya Keperawatan, dan Sarjana  Keperawatan, para wisudawan diharapkan mampu berkiprah di masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
“Untuk itu, ilmu yang didapat dari bangku kuliah menjadi hal penting untuk memberikan teladan bagi almamater. Selain itu, profesionalisme sebagai seorang bidan dan perawat dalam menjalankan tugasnya harus berdasarkan kemanusiaan, artinya tidak memandang ras, agama, dan budaya. Semua menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tugas kebidanan dan keperawatan,“ jelasnya kepada Malang Post.
Dalam pidato sambutannya, Ketua STIKes Kendedes Malang Dr. Edi Murwani, AMd.Keb.,SPd.,MMRS menyampaikan, bahwa tantangan dan permasalahan pembangunan kesehatan ke depan bertambah berat, kompleks bahkan terkadang tidak terduga. Hal ini senada dengan yang telah diproyeksikan oleh Kementerian Kesehatan RI bahwa ada beberapa tantangan dan masalah kesehatan yang harus disikapi. Diantaranya semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu, beban ganda penyakit (di satu sisi, angka kesakitan penyakit infeksi masih tinggi namun di sisi lain penyakit tidak menular mengalami peningkatan yang cukup signifikan), disparitas status kesehatan antar wilayah cukup besar, terutama di wilayah Timur (daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan/DTPK) peningkatan kebutuhan distribusi obat yang bermutu dan terjangkau, jumlah SDM kesehatan kurang, disertai distribusi yang tidak merata. Adanya potensi masalah kesehatan akibat bencana dan perubahan iklim, serta integrasi pembangunan infrastruktur kesehatan yang melibatkan lintas sektor di lingkungan pemerintah, pusat-daerah, dan swasta. Untuk mengatasi hal itu, harus diupayakan melalui pemenuhan kualitas dan kuantitas SDM kesehatan yang memadai.
Maka dari itu, STIKes Kendedes Malang yang memiliki moto Pencetak Tenaga Kesehatan Profesional ini menunjukkan keseriusannya dalam menjaga mutu lulusannya. Hal ini dibuktikan dengan memberikan pembekalan kepada Wisudawan/wati STIKes Kendedes Malang dengan mengundang pembicara dari Kopertis Wilayah VII yaitu Prof.Dr. Ir Suprapto, DEA selaku Bapak Koordinator Kopertis Wilayah VII, dengan paparannya yang berjudul “Peran Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme sebagai Upaya Mewujudkan Kepedulian dan Tanggung Jawab kepada NKRI”.
Wisuda ini merupakan wisuda yang ke XV untuk Program Studi Diploma III Kebidanan,  ke XII untuk Program Studi Diploma III Keperawatan dan wisuda ke V untuk Program Studi S 1 Keperawatan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah civitas akademika, para orang tua mahasiswa, perwakilan Puskesmas dan Rumah Sakit,  serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Kepala Dinas Kabupaten Malang, Direktur RSU Dr. Saiful Anwar Malang, Ketua IBI Jawa Timur, Ketua IBI Kota Malang, Ketua IBI Kabupaten Malang, Ketua PPNI Jawa Timur, Ketua PPNI Kota Malang, Ketua PPNI Kabupaten Malang. Prosesi yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam tersebut berlangsung khidmat. Selanjutnya para wisudawan diambil sumpahnya untuk mematuhi kode etik Kebidanan dan Keperawatan.
Dalam kesempatan ini juga diumumkan penghargaan kepada 3 wisudawan terbaik diantaranya Vinesya Permatasari IPK 3,64 dari Program Studi Diploma III Kebidanan, Ismi Kholida IPK 3,57 dari Program Studi Diploma III Keperawatan, Ni Luh Putu Desi, S.Kep IPK 3,60 dari Program Studi S1 Keperawatan. (*/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :