Dosen Unisma Rancang Mobile Learning untuk Pesantren

 
MALANG – Dalam penelitiannya untuk mengembangkan metode pembelajaran, Dr. Dyah Werdiningsih, M.Pd, dosen jurusan Pendidikan dan Sastra Indonesia FKIP Unisma membuat suatu aplikasi Mobile Learning. Aplikasi ini dihadirkan khususnya untuk menjadi fasilitas belajar bagi siswa yang berada di lingkungan pesantren.
“Mereka memiliki keterbatasan jam belajar karena harus memenuhi kompetensi mengaji. Padahal, mereka harus memenuhi kompetensi yang sama dengan siswa lainnya pada mata pelajaran yang lain,” ungkapnya.
Aplikasi mobile learning menampilkan materi Bahasa Indonesia, ditambah dengan latihan soal dan tugas-tugas belajar sesuai dengan kompetensi dasar. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur evaluasi belajar, sehingga siswa langsung dapat memperoleh nilai dari pengerjaan soal tersebut.
Dyah merupakan salah satu dosen yang memiliki perhatian besar pada pengembangan metode pembelajaran. Hal ini nampak dari topik yang dipilihnya sebagai tema penelitain sejak 1999, yakni metode pembelajaran. Kali ini, dia meneliti tentang pembelajaran berbasis strategi belajar. 
Selama ini, pembelajaran di sekolah berbasis strategi belajar masih dinilai kurang banyak dilakukan. Guru kurang memperhatikan strategi belajar yang dapat menghasilkan angka predictor tertinggi dalam kemampuan siswa. Padahal, hal tersebut penting sebagai acuan menentukan metode pembelajaran yang paling tepat untuk mendongkrak hasil belajar siswa. 
“Ini sesuai dengan topik unggulan dalam tema penelitian renstra LPPM Unisma, yakni berfokus pada penelitian bidang pendidikan yang diarahkan pada pengembangan model pembelajaran yang inovatif, bisa untuk siswa ataupun mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, setiap siswa memiliki strategi belajar masing-masing untuk mencapai kompetensi. Diapun melakukan identifikasi mengenai strategi ini melalui instrument tertentu, yakni berupa kuisioner. Dari hal tersebut akan terlihat apa saja yang dilakukan siswa dan apa yang tidak dia lakukan.
Strategi belajar setiap siswa bisa berbeda satu sama lain. Untuk itu, strategi siswa yang sukses dapat dibentuk menjadi model pembelajaran sehingga dapat mendorong empat kompetensi siswa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. 
Penelitian ini dia lakukan di berbagai tempat, diantaranya di Kabupaten Malang, Madura, dan beberapa sekolah di NTB. Hasilnya telah diuji cobakan melalui eksperimen tindakan kelas dan dinilai efektif. (ras/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :