17 Kampus Berkompetisi di KJI dan KGBI


MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) kali ini mendapatkan kepercayaan sebagai penyelenggara kompetisi tingkat nasional, yakni Kompetisi Jembatan Indonesia ( KJI) XIII dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) yang diikuti oleh 17 Perguruan Tinggi se Indonesia. Kompetisi ini dibuka (10/11) oleh Direktur Polinema dan perwakilan Dirjen Belmawa.
“Kepercayaan ini hadir tentunya melihat dari sarana yang sudah ada di Polinema. Sudah ada Graha Polinema yang menjadi potensi untuk kegiatan mahasiswa ke depan,” ujar Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, MM.
Kompetisi ini diikuti 32 tim dari 17 Perguruan Tinggi, dengan tujuh tim bertanding dalam kategori jembatan rangka baja, delapan tim untuk kategori jembatan busur, tujuh tim untuk kategori jembatan canal dingin serta sepuluh tim bertanding di bangunan gedung. Tahun ini, harapan Polinema untuk menjadi juara umum sepertinya akan pupus, mengingat Polinema hanya mengirimkan tim untuk bertanding dalam dua kategori.
“Sedangkan bila ingin mengarah pada juara umum, harus punya wakil di empat kategori. Untuk itu tahun depan kami akan berfokus dengan mengirim sebanyak mungkin proposal. Dan untuk merangsang mahasiswa untuk mengirim proposal, kami akan menyediakan insentif,” pungkasnya.
Tak hanya dalam ajang ini, mahasiswa Polinema akan terus didorong dalam ajang lainnya tergantung pada minat mahasiswa, seperti halnya kontes robot, kontes inovasi, hingga kreasi mobil hemat energi.
Karya pemenang KJI akan direalisasikan dalam bentuk pembungan jembatan di tengah masyarakat. Seperti halnya karya mahasiswa Universitas Brawijaya yang menjadi pemenang dalam kontes ini beberapa tahun yang lalu, dan direalisasikan dalam pembangunan jembatan Bethek.
Di tahun 2018 mendatang, Awan mengatakan Polinema akan membuat sebuah kegiatan sosial di masyarakat bertajuk Bakti Karya Politeknik, dimana mahasiswa Polinema akan melakukan suatu pengabdian masyarakat selama kurang lebih satu hingga dua minggu.
Sementara itu, Kasie Kreativitas Belmawa Menristekdikti, Yudi Haryanto mengatakan sejauh ini minat mahasiswa sangat tinggi. Ini terbukti dari jumlah proposal yang masuk. Namun yang lolos dari dua kali seleksi dan sampai di tahap ini hanya mencapai 32 tim.
Untuk event ini, Dirjen Belmawa menggagarkan Rp 1,05 miliar pada KJI, dan Rp 800 juta untuk KBGI. Meski begitu pihaknya tentu mengharapkan kompetisi ini dapat menampung lebih banyak peserta. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :