FIA UB Kawal Reformasi Perpustakaan


MALANG - Dalam pembangunan bangsa dan tata kelola, masih banyak aspek fundamental perpustakaan di Indonesia yang perlu dipelajari. Ini tentu berbeda dalam penerapannya di negara lain. Mahasiswa dituntut untuk sigap pada perkembangan keilmuan serta praktiknya dalam dunia kerja.
Untuk itu, program studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Adminitrasi UB menggelar Seminar Internasional bertema Role Achieves and Libraries in National Building pada 26 Oktober lalu. menghadirkan Kepala Perpustakaan dan Informasi Departemen Caribbean Broadcasting Corporation Barbados, Sherwood Wilson McCaskie, M.A, Putu Laxman Pendit, seorang penulis, pengajar dan peneliti di Royal Melbourne Information Technology dan Dr. Ratih Nur Pratiwi, M.Si selaku ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan FIA UB.
Dalam seminar tersebut, Putu menyampaikan materi mengenai peran perpustakaan dalam pembangunan bangsa. Dalam pandangannya, desakan tata kelola saat ini menuntut reformasi menyeluruh di bidang perpustakaan dan informasi.  Reformasi ini pada gilirannya akan menyentuh tradisi pustaka di masyarakat.
“Belajar dari sejarah, ada tradisi pustaka yang sebagian besar harus dipertahankan, namun ada pula yang perlu perombakan agar institusi perpustakaan tetap relevan dalam perkembangan zaman,” ujar Putu.
Putu berharap program studi Ilmu Perpustakaan FIA UB dapat mempertegas kekhasan kajian, khususnya dengan memperhatikan peningkatan profesionalisme pustakawan. Mereka juga dituntut menjadi pioneer dalam proses reformasi dan transformasi.
“Saya rekomendasikan agar program studi ini memperkuat kemampuan mahasiswa melalui metode interpretivistik dan reflektif untuk memahami peran mereka sebagai pemrakarsa dan pelaksana Tata Kelola Informasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putu juga menyampaikan kritik dalam tradisi pustaka, serta menceritakan pengalaman bekerjanya di Australia. Sementara itu, Ratih mengungkapkan, mahasiswa memerlukan peningkatan wawasan serta memahami perbedaan di dalam mengarsip dan perpusatakaan di berbagai negara.
“Dari seminar dan panel diskusi yang telah berlangsung, mahasiswa dapat menambah keilmuan, dan menyadari pentingnya reformasi dalam tata kelola. Profesi pustakawan ini penting dalam managemen dokumentasi,” imbuhnya.
Sementara itu, hari ini, FIA UB menggelar pelepasan 80 wisudawan, sebanyak 22 orang lulus dengan Predikat Dengan Pujian. (ras/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :