Emilia Contessa Siap Perjuangkan Paten Perguruan Tinggi

MALANG - Kebijakan Kementerian Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristek dikti) menggalakkan publikasi ilmiah dirasa kurang tepat, tanpa diimbangi adanya hak paten dari sebuah hasil penelitian. Padahal, paten juga bisa turut menyejahterakan masyarakat Indonesia. Hal itu disampaikan anggota DPD RI Komite III, Emilia Contessa dalam kunjungan ke Institut Teknologi Nasional (ITN).
Rektor ITN Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT mengungkapkan, sebagai kampus penghasil produk inovasi teknologi,ia merasakan begitu banyaknya hasil penelitian berbasis IT yang membutuhkan hak paten. Sebab menurutnya, hasil penelitian dosen atau mahasiswa ITN sangat layak untuk dijadikan produk dan kemudian dipasarkan.
“Seharusnya, memang menteri bisa memberikan solusi ini. Lebih baik jika nantinya para peneliti dan akademisi bisa juga turut memberikan manfaat, serta membantu perkembangan perekonomian masyarakat walau mungkin tidak banyak,” kata Lalu. 
Sementara Emilia menilai, adanya banyak hasil penelitian yang bermanfaat namun belum bisa dipatenkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 
“Khususnya, dalam bidang IT, setiap saya mengikuti perkembangan dalam bidang IT, saya seringkali menemukan banyak produk yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat luas,” katanya.
Selain itu, menurut penyanyi sekaligus ibunda Denada ini, permasalahan tersebut harus segera diperhatikan pemerintah. 
“Memang Komite saya membawahi kemenristek juga. Jadi saya menargetkan tahun depan ini bisa terealisasi,” katanya  (sin/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :