Drama 10 November Bergelora di SDN Bandungrejosari


MALANG - SDN Bandungrejosari 1 menggelar rangkaian peringatan 10 November selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/11/17). Diawali tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Suropati Malang yang diikuti oleh semua keluarga besar sekolah, Kamis lalu. Kemudian dirangkai dengan aksi teatrikal yang merefleksikan peristiwa pertempuran 10 November, Jumat (10/11).
Sebanyak 70 Siswa SDN Bandungrejosari 1 Malang melakukan atraksi di halaman sekolah. Beberapa adegan diperagakan mulai dari pertempuran dengan penjajah hingga perobekan salah satu warna bendera Belanda menjadi merah putih. Kegiatan  drama kolosal ini merupakan bagian dari peringatan hari Pahlawan yang selalu diadakan SDN Bandungrejosari 1 Sukun Malang setiap tahunnya.
Kepala SDN Bandungrejo 1 Drs.Didiet Hariadi mengatakan, peringatan hari pahlawan ini bertujuan selain mengenang jasa para pahlawan juga untuk memberikan nilai-nilai nasionalisme terhadap anak didik.
Sebelum drama kolosal dimainkan, sekolah mengadakan upacara bendera yang diikuti oleh sekitar 656 siswa dari kelas satu hingga kelas enam, juga tenaga pendidik dan karyawan sekolah. Menariknya dalam upacara tersebut, petugas upacaranya dilakukan semua siswa kelas dua mulai dari pemimpin upacara, pembacaan pembukaan UUD 45 dan lainnya.
 “Semoga anak didik kami bangga menjadi anak Indonesia dan cinta tanah air sehingga dia akan semangat dalam belajar untuk menggapai cita citanya,” harap Didiet.
Dalam kesempatan upacara tersebut sekolah juga mengundang para beberapa mantan pejuang veteran, paguyuban dan orang tua murid, bahkan panitia juga mengundang Kapolsek Sukun yang didaulat untuk menjadi Pembina upacara. Tahun lalu di acara yang sama, pembina upacara adalah Danramil.
Sementara itu, Neni  Dwi Widiatni S.Pd.Humas SDN Bandungrejosari 1 Sukun mengatakan, persiapan pementasan teatrikal ini hanya dilakukan selama empat  hari, dan dia juga sangat berterima kasih kepada paguyuban yang selalu membantu di setiap ada kegiatan sekolah baik tenaga maupun pikiran.
Drama kolosal perjuangan 10 November yang dimainkan oleh para siswa selain dibimbing oleh para guru juga dibantu salah satu orang tua murid kelas enam  sebagai penulis skenario. Diakhir kegiatan, sekolah  mengajak semua undangan untuk baramah tamah sambil mencicipi hidangan yang telah disiapkan.
“ Ke depannya kegiatan ini dapat ditingkatkan lagi, dan semoga anak didik kami tetap semangat untuk meneruskan perjuangan,” tutur Neni.
Sekolah yang terletak dikawasan jalan S.Supriadi 179 Sukun ini sarat dengan prestasi, baik di tingkat kota maupun Jawa Timur.  Sekolah mempunyai beragam pendidikan ekstrakurikuler seperti  Karate, Drumband, Albanjari, melukis dan menari serta karawitan. Ekskul karawitan juga melibatkan para guru. (ian/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...