Ekskul Al Banjari Jangan Kalah dengan Robotik


MALANG - SMK Shalahuddin 2 berkolaborasi dengan SMA Shalahuddin 2 untuk kali pertama menggelar Festival lomba Sholawat Al Banjari tingkat Jawa Timur (Jatim), . Festival ini diikuti oleh 50 peserta dari seluruh kalangan. Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman sekolah ini hanya berlangsung satu hari.
Peserta yang mengikuti kegiatan cukup bervariasi. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Malang raya, Gresik, Lamongan, Probolinggo, Jombang, Kediri.
Ya Asyiqol mustofa menjadi lagu wajib dalam festival kali ini. Seluruh peserta terlihat sangat kreatif, menyanyikan lagu berbahasa Arab itu.Masing-masing peserta menyanyikan dua lagu. Lagu wajib dan lagu pilihan.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Seluruh peserta diberikan durasi maksimal 10 menit untuk tampil. Kreatifitas yang mereka sajikan sangat luar biasa. mereka memainkan alat musik dengan khas masing-masing. Terlebih lagu pilihan yang sudah mereka siapkan dengan kreatifitas.
Misalnya peserta dari MAN 1 kabupaten Jombang. Mereka menampilkan lagu pilihan sholawat Nuril Anwir. Menurut mereka lagu sholawat itu penuh dengan makna.
"Lagu yang penuh dengan makna untuk musik Al banjari bisa lebih bangkit lagi," kata Mustofa salah satu anggota peserta.
Mustofa berharap, ia dan timnya bisa membawa pulang hadiah.
"Kami latihan juga dengan melatih penjiwaan. Artinya setiap kami menyanyi harus bisa bernyanyi dengan menjiwai lagu," kata dia.
Kepala SMK Salahuddin 2, Kusuma Romelan mengatakan, Festival banjari adalah media yang strategis sebagai ajang kreativitas seni islami yang bisa meneguhkan siar Islamiah. Sebab, saat ini, adalah era dimana anak-anak muda atau bahkan orang tua cenderung memilih kesenian modern untuk digeluti dan dilestarikan. Ia berharap, agenda serupa untuk tahun depan bisa dilaksanakan kembali.
"Walaupun ini kesempatan kali pertama kami. Tapi kami ingin, Al Banjari sebagai salah satu kesenian budaya islam yang sempat meledak di eranya kala itu tidak tergerus," kata dia.
Romelan juga memaparkan, SMK Salahuddin juga sudah membuka ekskul Al banjari. Walupun menurutnya ekskul Albanjari di sekolahnya belum bisa meraih juara. Namun, ia terus memotivasi siswa agar bisa terus menghidupkan ekskul ini.
Hal senada diungkapkan oleh pembina yayasan Salahudin, Prof Dr Mochammad Bisri, MS, ia mengatakan jika era saat ini yang semakin mengedepankan kekinian, semakin memusnahkan budaya-budaya islami nusantara. Orang tua pun lebih senang dengan prestasi prestasi bergengsi yang sifatnya modern.
"Banjari bisa saja masih kalah dengan robotik misalnya. Dalam hal ini orang tua perlu sadar agar anak didik juga mengerti tentang budaya banjari yang semakin tergerus," katanya.
Bisri berharap walaupun tidak menjadi juara setidaknya para peserta bisa memgambil pengalaman dari kompetisi ini.
"Ya walaupun belum berhasil. yang pasti kalian sudah berhasil memberikan penampilan dan memperkenalkan kembali Al banjari ini di depan kita semua," pungkasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy dan Walikota Malang Abah Anton. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...