magista scarpe da calcio Tanankam Jiwa Nasionalisme, Siswa Ziarah ke TMP


Tanankam Jiwa Nasionalisme, Siswa Ziarah ke TMP


MALANG - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, siswa-siswi SD Plus Al-Kautsar pada hari Senin (13/11), melakuan ziarah kubur ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Kota Malang. Tujuan ziarah ini untuk mengenang jasa para pahlawan dan menumbuhkan jiwa nasiolisme para siswa. Ziarah dilakukan dengan membaca doa bersama dilanjutkan dengan tabur bunga di beberapa pusara.
Ketua pelaksana Peringatan Hari Pahlawan SD Plus Al-Kautsar, Muhibbatul Hidayah, S.Pd mengatakan dalam rangka memperingati hari pahlawan ada baiknya siswa diajak ke makam pahlawan, untuk menyaksikan langsung tempat peristirahatan terakhir para pejuang bangsa tersebut.
Dengan berziarah diharapkan tumbuh sikap patriotisme siswa untuk melanjutkan tekad para pahlawan dalam meraih kemerdekaan Bangsa Indonesia. “Tahun ini kami ingin memperinggati hari pahlawan dengan cara yang berbeda. Anak-anak kami ajak ke TMP untuk mendoakan para pahlawan dan mengenang  jasa mereka,” ucapnya.
Selain itu, kata dia, melalui peringatan hari pahlawan para guru menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah. “Implementasinya dengan sikap menjunjung tinggi nilai solidaritas dan sportivitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.   
Tiba di lokasi TMP pukul 08.30 WIB, para siswa disambut oleh petugas TNI yang bertugas menjaga makam. Sebelum memanjatkan doa bersama, para siswa dijelaskan secara gamblang tentang sejarah perjuangan pahlawan khususnya mereka yang dimakamkan di TMP Kota Malang.
Muhibbatul menuturkan jika selama ini siswa hanya mengerti sosok pahlawan dari materi pelajaran di kelas. Penjelasan tentang pahlawan adalah sosok pejuang yang berperang melawan penjajah untuk merebut kembali kemerdekaan. “Hanya itu yang selama ini siswa tau. Maka untuk memperkuat pemahaman  mereka, kami bawa kesini (TMP) untuk menyaksikan langsung bahwa pahlawan itu benar-benar ada,” terangnya.
Kabag Pendidikan dan Pengajaran SD Plus Al-Kautsar, Imam Syafi’i S.Ag mengatakan ziarah ke makam pahlawan tidak hanya sekedar doa dan tabur bunga saja. Akan tetapi siswa juga dijelaskan sepak terjang pejuang bangsa utamanya yang ada di Malang. “Selama ini kita tidak banyak mengetahui tentang Hamid Rusdi. Sebagai pahlawan yang berjuang di Malang, beliau lah yang mencetuskan pertama kali bahasa wali’an (balikan) malang. Dan ternyata bahasa itu merupakan bahasa sandi agar tidak mudah diketahui oleh penjajah. Inilah yang akhirnya diketahui oleh kita termasuk anak-anak,” terangnya.
Imam menambahkan siswa-siswi SD Plus Al-Kautsar diharapkan  mampu mengikuti jejak langkah para pahlawan. Dalam arti meneladani perjuangan mereka dan rela berkorban untuk Tanah Air. “Konteksnya saat ini, perjuangan itu diwujudkan dalam sikap rajin belajar dalam meraih cita-cita yang luhur serta belajar menghargai hasil jerih payah para pejuang,” tuturnya.  
Sebelumnya, tepat di Hari Pahlawan tanggal 10 November 2017 lalu, civitas SD Plus Al-Kautsar melaksanakan upacara bendera. Dalam upacara itu, para siswa juga dijelaskan perjuangan  dan arti kemerdekaan. (imm/sir/)

Berita Terkait

Berita Lainnya :