magista scarpe da calcio Lomba Mading Ajak Siswa Cinta Budaya


Lomba Mading Ajak Siswa Cinta Budaya


 
MALANG - Warna-warni pernak-pernik Mading 3D yang berjajar mulai pintu masuk Graha Cakrawala UM mewarnai Kemeriahan Malang Post School Competition (MSC). Kemeriahan mading 3D yang dibuat oleh siswa-siswi SMP dan SMA/K se- Malang raya itu mengundang perhatian Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Ratna Wati.
"Wah bagus sekali, kalian sudah mengangkat budaya. Pertama budaya wayang, dan kedua budaya membaca. Ini luar biasa sekali," kata Ratna saat berkunjung di stand mading SMP.
Ratna begitu antusias melihat kreativitas peserta. Ia pun mengunjungi stan satu demi satu mulai pintu masuk. Stan mading yang ia kunjungi pertama adalah, SMP modern al-Rifa'ie.
Dalam stan ini, siswa mengusung tema 3D candi Singosari. Candi dibuat dari bahan kertas yang dibentuk. Siswa SMP mengangat tema ini sebab ia ingin memberikan kesan budaya.
SMP Charis Mading sekolah ini mengusung gambar 3D dua zaman. Yakni zaman kekinian dan zaman dahulu. Bentuk 3D yang ditampilkan adalah tentang cafe zaman kekinian dan dahulu, Gedung-gedung sederhana dan bertingkat. dan tentang cara bersosial masyarakat.
Ditampilkan, di Zaman dahulu, tentang keguyupan orang ketika bersosialisasi, dan zaman sekarang tentang pergaulan yang sibuk dengan gadget. Menurut Ratna mading pertama yang dilihatnya ini sangat kritis.
Mading kedua yang adalah SMP Islam Bani Hasyim, mading ini terbuat dari bubur kertas yang dibentuk wayang. Tokoh wayang diyakini sebagai ikon budaya ini memberikan pesan tersirat untuk membudayakan membaca. Ada bentuk miniatur orang yang sedang membaca koran bertuliskan Malang Post.
Ratna mengatakan, lomba mading yang mengangkat tema tentang pemuda dan budaya ini sangat bagus sekali. Menurutnya dengan begini, kepekaan siswa terhadap mading akan kembali digali.
Ketua MKKS SMP Kota Malang, Drs Burhanuddin M.Pd yang juga turut hadir mengapresiasi kompetisi mading. Ia juga mengikutsertakan anak didiknya untuk mengikuti ajang kreatifitas ini. 
"Saya senang sekali karena ini bisa menjadi wadah kreativitas dan kritis bagi siswa. Selain itu juga bisa memberikan mereka intuisi untuk mencintai budaya," papar Burhan.
Ia nampak antusias dan senang dengan stan yang dibuat oleh siswa se- Malang raya yang penuh kreativitas. 
"Bagus-bagus madingnya. mereka semua kreatif," pungkasnya. (sin/adv/oci)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top