Kado Istimewa untuk Almarhum Ayah


MALANG -  Menyandang gelar sarjana dilalui penuh perjuangan oleh Astari Lutviana Devi, S.AP. Latar belakang orangtuanya yang hanya seorang penjahit menjadi salah satu kendala. Beruntung, gadis pintar yang selalu juara di sekolahnya ini berhasil mendapatkan beasiswa bidikmisi dan diterima di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB. Ia lulus dengan IPK 3.90 dan menjadi lulusan terbaik pada periode kali ini.
“Ayah saya berpesan, kalau memang mau kuliah, saya harus benar-benar pinter supaya dapat beasiswa. Makanya kesempatan kuliah ini saya manfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Sang ayah adalah yang memberikan semangat kepadanya untuk bisa menyandang gelar sarjana. Namun, takdir berkata lain, ketika gelar sudah didapatkan, sang ayah telah pergi menghadap Tuhan, Desember lalu.
Baginya, sosok orang tua menjadi motivasi terbesar baginya. Anak pertama dari kedua bersaudara ini menuturkan, tanpa sang ayah yang mendorongnya untuk belajar demi berkuliah, tentu dia tidak akan seperti sekarang ini.
“Ini jadi salah satu persembahan saya untuk orang tua saya. Tapi sepertinya Allah berkehendak lain, dan sedih sekali beliau tidak bisa hadir besok (hari ini, red.). Tapi bagaimanapun hidup harus terus berjalan. Setelah wisuda ini, jalan saya masih panjang,” ungkapnya.
Beasiswa bidikmisi tidak diraihnya dengan cara instan, namun melalui proses bertahun-tahun selama di SMAN 2 Malang. Selama SMA, Tari tak lepas dari peringkat tiga besar kelas. Baginya, belajar merupakan hal yang menyenangkan.
“Saya suka membaca berbagai berita politik dan pemerintah, juga mengikuti perkembangan kebijakan politik. Dari jurusan ini sangat memberikan pengaruh pada cara berfikir saya dan sekaligus ada bekal pada pendidikan karakter,” sambungnya.
Dia tidak pernah berekspektasi akan lulus dengan IPK tertinggi di FIA UB. Seperti halnya mahasiswa kebanyakan, dia juga bermain dan hangout. Namun, Tari memiliki metode belajar yang diakuinya sesuai untuknya.
“Setiap kali dijelaskan oleh dosen, saya catat poin-poinya. Nanti setelah di rumah, saya bikin peta konsep sesuai dengan pemahaman diri saya sendiri, namun tidak mengubah apa yang disampaikan dosen,” paparnya.
Pilihan untuk kuliah lagi sempat terbersit, namun untuk saat ini dia memutuskan untuk bekerja. Saat ini, gadis berkacamata ini sedang menunggu pengumuman peluang bekerja di Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial.
Pada wisuda wisuda Periode V Tahun Akademik 2017/2018, FIA UB meluluskan 123 orang wisudawan dengan rincian, 47 orang dari Program Sarjana Ilmu Administrasi Publik, 26 orang Program Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis, 29 orang dari Program Sarjana Perpajakan, enam orang dari Program Sarjana Perpustakaan, satu orang dari Program Sarjana Pariwisata tiga orang Program Magister Ilmu Administrasi Publik, sepuluh orang dari Program Ilmu Administrasi Bisnis dan satu orang Program Doktor Ilmu Administrasi. (ras/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :