Guru Dituntut Kreatif Buat Media Pembelajaran

 
MALANG - Guru pada abad 21 dituntut untuk inovatif dalam membuat media pembelajaran sesuai perkembangan zaman. Kini Dinas Pendidikan Kota Malang terus mendorong para kepala sekolah agar memacu guru berinovasi. 
Hal ini terungkap dalam seminar bertema, ‘Pembelajaran di Abad 21’, Sabtu (18/11) kemarin di aula bersama SMAN Tugu. Seminar yang menghadirkan pembicara guru berprestasi nasional tahun 2016, Dr Husnul Chotimah itu digelar dalam rangka Hari Guru Nasional ke 72 yang digelar PGRI Kota Malang.  
Dr Husnul Chotimah membahas tentang pentingya media pembelajaran di abad 21. Husnul mengatakan guru harus inovatif dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif. Ia lalu menceritakan pengalamannya tentang prestasinya sebagai juara guru berprestasi nasional di tahun 2016. Salah satu prestasinya sebagai inovator media pembelajaran. 
“Hanya ingin sharing, predikat yang saya dapatkan itu juga tidak lepas dari peran saya sebagai guru yang terus berinovasi membuat media pembelajaran. Media pembelajaran di abad 21 sangat diperlukan,” cerita Husnul. 
Ia juga menyebtukan, salah satu media pembelajaran yang ia buat dan sudah mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Yakni tentang media pembelajaran berbasis IT aplikasi tentang sintetis protein.
Dari ceritanya itu, ia mengajak para guru yang hadir untuk turut membuat media pembelajaran inovatif. Kepala SMKN 13 Malang itu mengungkapkan, membuat media pembelajaran inovatif itu tidak rumit, semua alat bisa dimanfaatkan. Mulai dari kecanggihan teknologi, hingga alat-alat biasa yang tidak terpakai.
“Banyak yang bisa kita manfaatkan, misalnya untuk pelajaran IT, pasti guru IT tahu banyak tentang IT. Nah, dari pengetahuannya itu, seharusnya juga bisa membuat media pembelajaran, yang tentu saja untuk mendukung pembelajaran, dan memudahkan proses pembelajaran,” terangnya.
Husnul juga memberikan tips bagi guru yang mungkin belum membuat media pembelajaran inovatif hingga saat ini. Tips yang ia berikan, guru bisa peka memanfaatkan media apapun. Mereka harus mempunyai gagasan untuk menyukseskan proses pembelajaran.
“Misalnya kita melihat sampah di sekitar yang masih bisa dipakai atau didaur ulang, gunakan itu sebagai media pembelajaran baru. Tentu saja sesuai dengan bidangnya. Misalnya,untuk pelajaran IPS, botol bisa digunakan sebagai kompas mainan. Media pembelajaran tidak perlu yang mewah atau rumit, sederhana asal menarik,” kata Husnul.
Menariknya media pembelajaran itulah yang seharusnya menjadi pemikiran guru sejak sekarang. Inovatif, dan yang tidak kalah penting menurut dia adalah kreatif. “Menarik identik dengan kreatif. Jadi mulai sekarang guru harus kreatif,” ungkapnya. 
Husnul mengatakan, target beberapa tahun mendatang, sudah harus banyak guru yang membuat inovasi media pembelajaran.
Sementara itu, untuk mewujudkan  target tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang (Diknas), Dra Zubaidah, MM, meminta kepala sekolah untuk memotivasi guru agar bisa terdorong untuk membuat media pembelajaran.
Pengawas SMK, Hari Sunyoto juga mengatakan, kepala sekolah harus turut andil memberikan motivasi kepada guru. Tidak hanya di SMK, seharusnya mulai tingkat SD kepala sekolah sebagai supervisi harus melakukannya. (sin/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...