Deteksi Dini Gangguan Kandung Kemih

 
MALANG - Jangan sampai terlambat mengobati berbagai penyakit yang berhubungan dengan kandung kemih. Jika terlambat, akibatnya fatal lantaran penyakitnya ganas. Karena itu, warga dimbau untuk mengenal tanda-tanda awal bila diserang penyakit yang berhubungan dengan kandung kemih. 
Hal ini diungkapkan spesialis Urologi RSSA, dr. Pradana Nurhadi, SpU saat menjadi pemateri dalam seminar bertajuk, ‘Keganasan di  Bidang Urologi’ di ruang Majapahit, RSSA, kemarin.   
“Kadang ada yang datang ketika penyakitnya sudah pada stadium akhir, ada yang sudah sampai menyebar ke tulang dan ginjal,” ungkap Dr. Pradana Nurhadi, SpU.
Pembicara lain dalam seminar ini di antaranya, Dr dr Basuki Basuki B Purnomo, SpU(K), dr Besut Daryanto, SpB, SpU(K) dan dr Paksi Satyagraha, Mkes,SpU. Menurut dia, masyarakat terlambat memeriksakan penyakit yang berhubungan dengan kandung kemih sedini mungkin karena beranggapan yang dialami hanya infeksi biasa.
Padahal kenyataanya kejanggalan yang berhubungan dengan kandung kemih harus segera diperiksa. Tujuannya untuk menghindari penyakit yang berbahaya terutama kanker pada kandung kemih. 
“Nah dari ketidaktahuan masyarakat itulah kadang ada yang datang dengan kondisi yang sudah bisa dikatakan terlambat,” papar Dana sapaan akrabnya.
Dalam seminar tersebut, Dana menerangkan bahwa masyarakat sebenarnya bisa mengindetifikasi gangguan kandung kemih, seperti kanker. Di antaranya urine keruh, darah keluar bersamaan dengan urine, bau urine yang lebih menyengat dalam kurun waktu tiga hari setiap buang air kecil, dan terdapat benjolan di sekitar kandung kemih. Jika terdapat ciri-ciri tersebut, warga diimbau segera memeriksakan ke rumah sakit.
“Hal ini untuk mencegah keterlambatan dalam penanganan dan terapi yang kami lakukan terhadap pasien,” imbuhnya. 
Lebih lanjut Dana mengungkapkan, lebih baik pasien mendapatkan penanganan dengan cara operasi saja daripada terapi radiasi, apalagi jika berlanjut ke kemoterapi. Ia mengatakan, walau kanker pada kandung kemih memang sangat jarang terjadi, namun masyarakat tetap diimbau agar tak  meremehkan gejala tersebut.
Pasalnya pasien meninggal akibat kanker kandung kemih akibat dari keterlambatan penanganan. Pola hidup sehat dan menghindari rokok adalah cara paling ampuh untuk mencegah kanker pada kandung kemih.
“Tidak masalah jika mengkonsumsi makanan cepat saji asalkan dalam kadar yang tidak berlebihan, namun yang menjadi penyebab utama adalah rokok dan makanan yang terlalu mengandung msg. Jadi intinya tergantung bagaimana kita merawat tubuh kita” pungkasnya kepada wartawan. (mg1/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :