Ratusan Pelajar Ikuti Lomba Speeling Bee


MALANG – English First Indonesia (EF) Malang mengadakan kegiatan tahunan Spelling Bee. Bertempat di EF Jalan Merbabu, lomba diikuti sedikitnya 500 peserta. Acara ini berlangsung selama satu hari, Minggu (19/11).
Kompetisi ini ditujukan untuk umum, yakni pelajar tingkat dasar dan menengah pertama di Indonesia yang dibagi menjadi tiga kategori. Kategori A untuk pelajar Sekolah Dasar kelas 1 - 3, kategori B untuk pelajar Sekolah Dasar kelas 4 - 6, dan kategori C untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama kelas 1 - 3.
Peserta yang lolos tes tulis, langsung berkompetisi di panggung menunjukkan performa mereka dalam mengeja kata berbahasa Inggris. Dalam mengeja, peserta terlihat sudah cukup mahir. Mereka yang dinilai oleh guru asing tak jarang terlihat gugup. Terlebih mereka yang baru kali pertama mengikuti acara ini.
Salah satu siswa yang baru mengikuti acara ini, Razzaqi Hatmawira Kategori C, dari SMP 5  kelas 8 mengatakan, ia yang baru kali pertama mengikuti ajang ini sangat antusias. Ketika maju diatas panggung, ia sempat gugup sebab ini adalah kali pertama ia maju diatas pangung dengan English spoken.
”Saya gugup, ternyata bahasa inggris yang saya sukai tidak menjamin keberhasilan saya di atas panggung untuk mengeja,” kata dia.
Walaupun ia gugup, tidak masalah baginya sebab ia sudah bisa mengukur kemampuannya melalui ajang kompetisi ini.
Centre director EF Malang Robby Aditya, mengatakan, ajang ini memang bertujuan untuk melatih kepercayaan diri siswa. Ia mengatakan, pandai berbahasa inggris secara tulis belum tentu bisa menghadapi ketika diatas panggung.
Dari segi teknis perlombaan, pada babak penyisihan peserta diwajibkan menuliskan ejaan yang benar dari kata-kata yang diucapkan oleh presenter. Kemudian, setelah lolos dari babak penyisihan, peserta akan dihadapkan pada tes mengeja secara verbal dalam babak semi final dan babak final.
Kegitan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mendorong kepercayaan diri anak-anak Indonesia dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi internasional. Bebrbeda dengan tahun lalu, tahun ini, yang berkompetisi juga berasal dari siswa yang tidak kursus di EF.
Ajang tahunan ini diharapkan mampu mendorong pelajar sekolah dasar dan menengah di Indonesia dalam mempersiapkan diri menuju persaingan global di masa kini dan mendatang, dimana kemampuan berbahasa Inggris yang baik dinilai sangat menentukan.  (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :