18 Regu Pramuka Beradu Keterampilan di Cor Jesu Festival 2017

 
MALANG - Kegaiatan yang digelar SMPK Cor Jesu, Sabtu (18/11) kemarin, berlangsung semarak. Ratusan siswa-siswi sekolah dasar se Kota Malang bertemu dalam ajang lomba Pramuka untuk memeriahkan Cor Jesu Festival tahun ini. Peserta tingkat penggalang beradu keterampilan dan pengetahuan tentang ke-Pramukaan yang selama ini diajarkan di sekolah masing-masing.
Ketua Pelaksana Cor Jesu Festival 2017, Louis Bertrand S. Hudaya, S.Kom menjelaskan, ada enam macam lomba dalam CJF kali ini, antara lain lomba pionering, sandi, kompas, testa semaphore dan morse, FBB dan yel-yel. Peserta yang ikut perlombaan ada 18 regu, tediri dari regu putra dan putri. 
"Ajang ini juga menjadi media komunikasi untuk saling kenal antar regu dari setiap sekolah," kata Louis Bertrand S. Hudaya.
Dijelaskannya, setiap tahun tema lomba CJF selalu berbeda. Sebelumnya pernah menggelar lomba di bidang bahasa, budaya maupun seni kreatifitas.
"Setiap tahun selalu berbeda, temanya pun selalu menyesuaikan dengan jenis lomba yang digelar," terangnya. 
Tahun ini, tema yang diusung yaitu “Aku Pramuka Aku Anak Indonesia”. Dengan harapan, kepramukaan yang kaya akan nilai-nilai karakter dapat mewarnai sikap dan sifat siswa sebagai pelajar yang berkarakter.
“Karena pramuka merupakan salah satu wadah untuk membentuk karakter siswa,” imbuhnya.
Selain perlombaan pramuka untuk siswa SD, Cor Jesu Festival juga dimeriahkan dengan bazar, fun games, festival kuliner nusantara dan penampilan esktrakurikuler. Dalam kegiatan ini, juga ada keterlibatan dari SDK Cor Jesu dan SMK Cor Jesu.
Fun Games merupakan aksi yang ditampilkan oleh siswa-siswi SDK Cor Jesu. Festival kuliner serta dokumentasi acara melibatkan siswa-siwi SMK Cor Jesu sebagai lembaga Cor Jesu yang memiliki jurusan tata boga, akomodasi perhotelan dan desain komunikasi visual.
Festival kuliner ini dimulai dengan lomba memasak untuk siswa SMPK Cor Jesu. Dibantu dengan satu orangtua dalam setiap regunya, mereka memasak masakan nusantara dari Aceh sampai Papua.
“Tujuan lomba ini untuk memperkuat kecintaan siswa terhadap masakan nusantara. Apalagi saat ini bermacam makanan siap saji yang notabene merupakan makanan luar negeri banyak digandrungi para remaja. Maka kecintaan mereka terhadap kuliner nusantara tidak sampai hilang,” tuturnya.
Kepala SMPK Cor Jesu, Dra. Juliana Herman Suprihatin mengatakan, Cor Jesu Festival agenda tahunan. CJF tahun ini merupakan yang ke delapan kali sejak 2009 silam. Untuk tahun ini, pihaknya sepakat CJF dimeriahkan dengan lomba kepramukaan. 
Menurutnya pramuka yang memiliki rumusan Dasa Dharma sangat cocok dengan nilai-nilai karakter, baik sisi spiritual, sosial maupun sikap cinta terhadap alam sekitar.
“Otomatis arahnya pada pembentukan karakter. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menerapkan program penguatan pendidikan karakter,” terang Yuli, sapaannya.
Muatan dasa dharma lanjutnya, meliputi banyak hal yang diharapkan mampu membentuk pribadi yang cakap, disiplin dan percaya diri. “
Dasa Dharma itu tidak cukul hanya dihafal, lebih dari itu harus diamalkan dalam kehidupan sehari hari," katanya.
Melalui kegiatan Cor Jesu Festival, setidaknya ada tiga nilai karakter yang bisa didapat siswa. Yaitu religius, nasionalis dan mandiri. Dari ketiga nilai tersebut, akan memunculkan indikasi setelah berakhirnya perlombaan. 
“Yang menang bisa menerima dengan rasa syukur tanpa tinggi hati, dan yang kalah tidak menjadikan rendah diri, tetapi tetap bersemangat untuk maju menjadi lebih baik lagi. Itu yang penting,” tukasnya. (imm/sir/aim) 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :