Gelar Insinyur Bisa Didapat di Fakultas Teknik Unisma


MALANG -  Ditunjuk sebagai penyelenggara Program Profesi Insinyur Indonesia (PPII) (PPII), Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (Unisma) patut berbangga diri. Pasalnya, hanya 40 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang mendapat mandat langsung oleh Kemenristekdikti.
“Penyelanggaraannya tinggal menunggu SK Menteri. Kami juga sedang membenahi terutama SDM pengajar untuk program ini. Ada ketentuan jumlah dosen tetap untuk satu program studi yakni enam orang, dan sekarang sudah ada tiga orang,” ujar Dekan Fakultas Teknik Unisma, Ir. Hj. Unung Lesmanah, MT.
Dalam ketentuannya, pelaksanaan PPII hanya boleh diampu oleh dosen yang telah memiliki sertifikat Insinyur Profesional Madya atau Insinyur Profesional Utama. Oleh karena itu, beberapa dosen Unisma telah mengajukan diri ke Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Sedangkan dalam hal lain, Fakultas Teknik Unisma menyatakan diri siap membuka rogram ini mulai tahun depan.
Melalui program ini, lulusan Fakultas Teknik yang bergelar S.T bisa memperoleh tambahan gelar insinyur dengan syarat telah bekerja dalam bidang keteknikan minimal selama dua tahun. Selanjutnya, telah lulus perkuliahan PPII yang dilaksanakan selama dua semester.
“Belum dibuka pun, sudah banyak alumni kami yang inden dan minta untuk segera dibuka. Gelar ini tidak hanya dari fakultas teknik saja, namun juga bisa dari fakultas pertanian maupun peternakan,” pungkasnya.
Dalam PPII, mahasiswa akan mendapatkan lebih banyak skill langsung untuk profesionalitas. Untuk itu, fakultas teknik juga bekerja sama dengan banyak industri untuk mendukung pelaksanaan program. Ini didukung pula dari perubahan penerimaan mahasiswa PPII yang dulunya dapat diperuntukkan bagi mahasiswa yang baru lulus.
Tak salah bila Kemenristekdikti mengamanahi program ini kepada Fakultas Teknik Unisma. Menghasilkan lulusan yang tepat sasaran dan berkompeten, sebanyak 90 persen lulusan FT Unisma bekerja sesuai dengan bidangnya.
“Sisanya sebanyak sepuluh persen memilih berkarier di bank swasta maupun bank milik negara. Masa tunggu pekerjaan bagi lulusan kami hanya sekitar dua bulan saja,” pungkasnya.
Hal ini tentu tak lepas dari giat fakultas dalam pengajaran. Selain dosen yang memiliki kapabilitas tinggi, juga didukung oleh berbagai kegiatan diantaranya workshop untuk meningkatan kompetensi mahasiswa. Baru-baru ini, FT Unisma bekerja sama dengan Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) dan Asosiasi Elektro Indonesia yang dengan program-programnya dipercaya dapat meningkatkan skill mahasiswa. (ras/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :