19 Politeknik Sinergikan Pengabdian Masyarakat

 
MALANG – 19 Politeknik di seluruh Indonesia melakukan sinergi untuk menguatkan peran lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat di Politeknik di tengah masyarakat. Politeknik yang belum maju akan terbantu dengan politeknik lainnya yang sudah lebih mapan dan maju.
Untuk menyiapkan hal itu, 19 Politeknik di seluruh Indonesia mengadakan rapat kerja Badan Koordinasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Indonesia di Hotel Kartika Graha Kota Malang, Kamis (23/11) kemarin.
“Selain peningkatan kinerja lembaga, tak kalah penting juga untuk mendorong produktivitas dosen. Dengan adanya kolaborasi, maka Politeknik yang sudah mapan bisa mengangkat rekan Politeknik yang lain,” kata  Kepala UPTP2M Polinema, Anggit Murdani kepada Malang Post.
Sebagai misalnya, Politeknik Sriwijaya yang berada dalam peringkat satu di bidang ini, bisa memberikan dorongan bagi Politeknik lain, terutama yang masih berada dalam cluster binaan.
Selama ini menurutnya, politeknik memiliki kecenderungan dalam kegiatan praktis, sehingga dalam hal penelitian mengalami sedikit ketertinggalan dibandingkan penelitian yang dilakukan oleh universitas. 
Dalam kegiatan ini juga disusun rekomendasi kegiatan yang bisa diagendakan ke depan dalam upaya mendorong penelitian, baik secara kuantitas maupun kualitas. Berlangsung yang ke empat kalinya, rapat kerja sebelumnya telah menghasilkan kontribusi artikel hasil kerjasama beberapa Politeknik.
“Bila artikelnya sendiri, maka akan sulit untuk mencapai publikasi nasional,” sambungnya.
Salah satu hasil kolaborasi tersebut yakni terselenggaranya Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (Sentrinov) 2017 pada pagi kemarin, dengan tema ‘Smart Technology for Enhancing the National Competitive’.
Sentrinov hadir untuk menfasilitasi para peneliti, akademisi dan praktisi industri dalam mempresentasikan hasil riset yang bersifat terapan dan informative. Sentrinov merupkana kolaborasi empat Politeknik, diantaranya Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Bali, Polinema, dan Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung. (ras/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :