Berat Badan Turun Setelah Dimutasi


 
DIMUTASI dari sekolah yang terletak di tengah kota Malang ke sekolah pinggir kota, menjadi tantangan bagi Kepala SMAN 6 Drs. Hariyanto, MPd. Sejak 2012 lalu, ia harus menanggalkan jabatannya sebagai waka kurikulum SMAN 3 Malang dan menjadi orang nomor satu di SMAN 6. Bukan hal mudah, tapi dengan semangat dan keyakinan, Hariyanto menjalaninya.
“Bahkan berat badan saya langsung turun sampai tujuh kilogram. Namun berkat dukungan warga SMAN 6 Malang, semua bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Menurutnya, guru tetap perlu untuk dimutasi sesuai dengan analisa kebutuhan yang valid. Namun tetap tak lepas dengan memperhatikan keamanan dan kesejahteraan.
“Misalnya, ditempatkan yang tidak jauh dari tempat tinggal, karena berkumpul dengan keluarga juga kebutuhan pokok dan masuk sebagai salah satu sisi kesejahteraan,” tandasnya.
Hariyanto merupakan salah satu peserta beasiswa unggulan Kemdiknas tahun 2007 di UM untuk belajar di Nanyang Technological University Singapore.
“Dan memang kami harus menandatangani pernyataan bersedia untuk diberdayakan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap sekolah tentu memiliki ciri khas dan karakter masing-masing, juga keunggulan dan kelemahan tersendiri. Di SMAN 3 Malang, input siswa, akses transportasi serta sarana prasarana menjadi keunggulan yang dimiliki.
“Keunggulan input siswa tentu ada pada akademiknya. Sedangkan di SMAN 6 Malang punya keunggulan non akademik, luas lahan, dan untuk sarana prasarana masih sangat mungkin untuk dikembangkan,” pungkasnya.
Tak lama usai mendapatkan amanah, Hariyanto bergerak cepat menyusun program-program dengan analisa SWOT. Yang pertama dilakukan yakni merombak struktur organisasi untuk membentuk tim yang solid dan efektif.
Sebagai andalannya memimpin SMAN 6 Malang, Hariyanto mengusung program 3P, yakni peningkatan Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi. Penampilan yang didorong yakni penampilan gedung sekolah, warga sekolah.
Pelayanan kepada warga sekolah dan masyarakat, sarana prasarana, hingga sistem informasi managemen digenjot. Serta tak kalah penting mendobrak prestasi baik akademik maupun non akademik siswanya.  (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :