Mutasi Guru Dorong Pemerataan Pendidikan


MALANG - Mutasi tenaga pendidik sering mendatangkan pro dan kontra. Pakar pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Bambang Budi Wiyono, M.Pd menganggap, mutasi guru bisa meningkatkan mutu pendidikan, pemerataan pendidikan, serta peningkatan kualitas diri guru.
Bambang mengatakan, mutasi guru memang bukanlah hal yang sederhana. Akan ada banyak masalah dan perlawanan dari para guru. Alasan tempat tugas baru yang jauh dari tempat tinggal sering menjadi alasan penolakan mutasi guru.
Setelah dirasa cukup lama mengabdi di sebuah sekolah, para guru dapat dimutasikan ke sekolah lainnya. Dinas pendidikan diharapkan dapat membuat formula yang adil baik bagi guru maupun bagi sekolah dalam program mutasi guru.
“Selama ini ada seorang guru yang sejak awal bertugas sampai pensiun selalu mengabdi di sebuah sekolah yang sama. Hal ini sebenarnya merugikan dalam usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional,” terang Bambang.
Menurutnya, manusia adalah makluk dinamis yang selalu ingin bergerak dan berubah menuju  hal-hal yang lebih baik. Itu merupakan fitrah manusia. Ia mengibaratkan, air yang mengalir tentu lebih baik daripada air yang diam. Diam mengakibatkan keburukan. 
“Guru tentu tidak ingin hal-hal buruk atau negatif terjadi pada diri dan lingkungan mereka. Sehingga perubahan merupakan suatu kebutuhan,” bebernya.
Namun, tidak banyak guru yang bisa menerima perubahan. Tidak sedikit dari mereka yang melakukan perlawanan. Menyikapi perlawanan dari para guru yang tidak mau dimutasi tersebut dinas pendidikan dapat membuat kebijakan yang bersifat win-win solution. 
“Artinya mutasi guru tetap dapat terlaksana dan guru pun bahagia atau setidaknya tidak menderita dengan adanya mutasi tersebut. Karena tujuan mutasi guru ini antara lain penyegaran bagi para guru dan pemerataan bagi sekolah-sekolah,” lanjut guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan UM tersebut.
Bambang menyarankan, unuk dinas pendidikan sudah saatnya membuat peta kualitas tenaga pendidiknya. Berdasarkan data tersebut dinas pendidikan dapat menyebar para guru berkualitas baik pada semua sekolah dan bukannya menumpuk pada satu sekolah tertentu saja.
Guru-guru berkualitas ini diharapkan dapat menularkan ilmu-ilmu mereka kepada guru-guru yang masih kurang baik dari segi pengalaman maupun kemampuan. 
“Itu adalah salah satu  tujuan dan manfaat dari mutasi guru. Bisa saling berbagi ilmu, dan pengalaman,” pungkasnya.  (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :