Rancang Aplikasi, Permudah Siswa Pilih Jurusan


MALANG - PERUBAHAN regulasi yang mengharuskan siswa memilih penjurusan di kelas X SMA, menjadi perhatian guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMPN 4 Malang. Sinthian Susan M.Pd membuat pengembangan media pembelajaran yang bisa dengan mudah menilai potensi siswa yang ia beri nama Media screen (self  and carrer knowledge ).
Media pembelajaran ini berhasil meraih prestasi dengan predikat pemakalah terbaik nasional dalam seminar nasional guru berprestasi yang diadakan oleh kemendikbud.
Media Screen ini khusus dibuat untuk siswa kelas VII. Sebab, ia berpendapat, saat penjurusan SMA ditetapkan di kelas X, ia harus menyiapkan siswanya sejak duduk di kelas VII.
"Saya membuat dengan rumus excel, dan rumus teori Multiple Intelegence. Teori ini sebelumnya masih diaplikasikan secara manual," kata guru yang akrab di sapa Susan ini.
Manfaat pengembangan Aplikasi ini adalah, siswa bisa langsung mengetahui bakat dan minat mereka. Bukan hanya itu Susan juga menambahkan satu kategori lagi, yakni kemampuan yang harus dikembangkan siswa.
"Kalau pada teori manual, mereka tidak bisa langsung tahu.  Karena guru harus menganalisanya terlebih dahulu,” urainya.
Susan menjelaskan, cara menggunakan aplikasi ini. Pertama, siswa mengisi data diri. Data diri terdiri atas nama, NIS, kelas, alamat, hobi, dan tertera foto di samping biodata. Kemudian di menu berikutnya, siswa klik pilihan mengenal diri atau mengenal profesi.
 "Tergantung mereka ingin yang mana. Keduanya ada rumus analisis kemampuan siswa, yang mengarahkan mereka untuk lebih  mengasah kemampuan lagi," kata Susan.
Ia menyontohkan, misalnya siswa memilih mengenal diri, akan ada pertanyaan-pertanyaan seputar diri dan kepribadian yang harus mereka jawab dengan klik jawaban pilihan ganda. Setelah menjawab pertanyaan, mereka akan mengetahui bagaimana diri mereka. Pribadi seperti apa, dan bagaimana sebaiknya mereka mengembangkan diri, semuanya ada.
Kemudian, ketika mereka memilih menu mengenal profesi, akan ada pertanyaan seputar minat hobi dan cita-cita siswa. Ketika mereka selesai menjawab pertanyaan, akan muncul pernyataan tentang passion dan karir yang cocok bagi mereka. dan, apa yang seharusnya mereka lakukan dengan passion itu.
"Selama ini, mungkin mereka merasa punya passion dalam bidang ini, tapi kesuksesan seseorang, itu bisa ditentukan. Misalnya, tidak semua orang sukses ketika bekerja di sebuah perusahaan. Bisa jadi dengan bidang dan passion sama merek lebih bisa sukses jika membuka usaha sendiri,"jelas dia.
Susan mengembangkan aplikasi ke digital dan lebih mengikuti perkembangan zaman. "Musimnya wirusaha harus juga saya beri indikator rumus tentang bisnis. Untuk memudahkan menentukan mindset siswa juga,"terangnya.
Susan terpilih menjadi pemakalah terbaik kategori pembelajaran mobile. Ia mengalahkan 240 guru lainnya.
Ia rajin mengikuti lomba sejak tahun 2013. Saat itu, ia kali pertama menjadi finalis lomba kreatifitas guru tinggkat nasional. Tahun 2014 finalis Guru Anti Korupsi. Tahun 2015 juara 3 guru prestasi Kota Malang. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :