MSCIA UB Ajak Hapus Stigma Negatif Korban HIV AIDS


MALANG – Memperingati Hari AIDS se Dunia pada 1 Desember, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya mengadakan aksi sosial bertajuk World AIDS Day Back to 90’s yang diselenggarakan di Car Free Day Ijen pada Minggu (26/11). Selain untuk menumbuhkan kesadaran terhadap AIDS, Mahasiswa UB yang tergabung dalam Medical Students Committee for International Affair (MSCIA) ini juga mengajak seluruh pengunjung Car Free Day untuk ikut berpartisipasi dalam menghapus stigma negatif yang terbentuk pada korban HIV AIDS.
Orin Tasha Ryani Putri, Wakil Pelaksana Worlds AIDS Day Back to 90’s kepada Malang Post mengungkapkan, sebagian besar masyarakat masih memandang negatif para survivor (korban) yang terkena penyakit HIV AIDS. Meskipun penyakit ini sangat mematikan, namun masih banyak masyarakat yang mengira, HIV/AIDS dapat langsung tertular hanya dengan bertemu para survivor, padahal penularan penyakit HIV/AIDS ini biasanya melalui kegiatan kegiatan khusus seperti seks bebas atau penggunaan jarum suntik secara bergantian dan lain lain.
“Biasanya, seperti yang diceritakan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) ya, itu mereka dikucilkan dari masyarakat, terus ada yang dipecat dari kerjanya hanya karena ketahuan terkena HIV AIDS. Padahal masyarakat itu tidak terlalu mengerti bahwa sebenarnya penularan HIV/AIDS tidak langsung semudah itu saja. Nah kita ingin supaya mereka lebih mengerti lebih jauh tentang HIV/AIDS,” jelas Orin, sapaannya.
Stigma negatif ini, menurut Orin, harus dihapuskan agar survivor HIV AIDS dapat terbantu dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. Selain bantuan pengobatan dari pemerintah, menurut Orin, hal yang paling utama adalah semangat dari para korban itu sendiri agar mau berobat.
“Ada beberapa survivor (korban) yang justru begitu dinyatakan terkena HIV/AIDS malah down malah nggak mau berobat karena mengira mereka bakal ‘goodbye’. Padahal tinggal survivornya mau berusaha atau tidak karena dari pemerintah sudah menyediakan bantuan,” kata Orin.  
Kampanye penghapusan stigma negatif ini dilakukan MSCIA dengan cara berkeliling mengitari sepanjang jalan Ijen dan menggunakan tandatangan petisi sebagai bentuk dukungan. Selain kampanye ini, juga diadakan pemeriksaan tekanan darah dan pengecheckan golongan darah.
Melalui kegiatan seperti ini, Orin berharap, masyarakat dapat lebih memahami lebih jauh berbagai hal tentang HIV/AIDS dan nantinya seluruh elemen masyarakat juga dapat memperingati Hari HIV/AIDS. “Setiap tahun harus ada seperti ini, sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa kedokteran saja tapi mungkin dari universitas lain, atau fakultas lain, bisa juga memperingati HIV/AIDS sedunia sebagai bentuk awareness atau penerimaan terhadap survivor HIV/AIDS,” harapnya. (yan/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :