Kejar 86 Juta Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Akui Banyak Kendala


MALANG – Beranjaknya revolusi industri menuju tahap keempat yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital, sedikit banyak telah berpengaruh pada distruksi tatanan bidang pekerjaan. Akan ada banyak perubahan, diantaranya lapangan pekerjaan, hingga kompetensi yang diperlukan.
Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan hadir di kampus Universitas Brawijaya, untuk mengajak mahasiswa mengantisipasi dan mempersiapkan pengaruh dinamika tersebut, juga menyiapkan tenaga kerja terbarukan.
“Jaminan sosial bagi tenaga kerja ini sangat perlu diketahui oleh mereka selaku calon pekerja saat ini,” ujar Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.
Hal tersebut juga sesuai dengan amanat pemerintah agar seluruh pekerja mendapatkan jaminan sebagai bentuk perlindungan musibah, kecelakaan, usia tidak produktif dan kematian agar tetap memenuhi kebutuhan hidup dengan layak. Dalam hal ini, perluasan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi target penting ke depan. Menurutnya, hal ini tidak hanya menjadi fokus di Indonesia, tapi juga di banyak negara lainnya.
Saat ini, angka kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 43 juta terdaftar, dengan jumlah peserta yang aktif mengiur sebanyak 24.7 juta. Angka ini diharapkan terus terkejar hingga akhir tahun sesuai dengan target yakni 25.2 juta peserta. Sementara itu, potensi peserta menurut data Badan Pusat Statistik yakni berada pada 86 juta.
“Namun ada banyak tantangan terkait dengan kondisi geografis yang luas, jumlah penduduk yang banyak, hingga latar belakang pendidikan sosial, budaya dan politik, itu jadi tantangan. Tidak cukup dengan menjangkau, namun diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak,” ucapnya.
Kolaborasi dengan masyarakat dibentuk melalui perekrutan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) untuk merekrut peserta dengan sosialisasi dan edukasi serta pengumpulan pembayaran dengan fee sejumlah 7.5 persen.
“Kami tawarkan kepada komunitas, dan berikan ke sosialisasi dan melalui kuliah umum kepada 49 kampus di Indonesia. Kami menyerukan kepada karyawan untuk segera mendaftarkan karena ini perintah Undang-Undang,” sambungnya. (ras/oci)

Berita Lainnya :

loading...