Gagal SMA, Banyak Pagu di SMK Negeri

MALANG - Kabar gembira bagi siswa yang belum lolos seleksi PPDB pada SMA Negeri, masih banyak pagu di SMK Negeri yang belum terisi. Sehingga para siswa lulusan SMP ini punya kesempatan untuk mendaftarkan diri melalui jalur online pada SMKN. Adanya penambahan jadwal pendaftaran PPDB SMA/SMK hingga Senin (10/07), diharapkan bisa menutup kekurangan pagu SMK Negeri yang masih banyak kosong.

Sebagian besar pagu SMKN yang belum terpenuhi adalah pagu dengan jurusan keperawatan. Seperti di SMKN 2 Malang, semua pagu terpenuhi kecuali jurusan keperawatan sosial. Berbeda dengan tahun lalu, jurusan ini sudah memenuhi pagu sejak sebelum pendaftaran ditutup.
Kepala SMKN 2 Malang, Bagus Gunawan, S.Pd. M.Si.Keperawatan Sosial kurang. Kurang 24 dari pagu 144 siswa total jurusan ini.  Dari total diterima 682 siswa, hanya kurang 24 dari jurusan Keperawatan Sosial.
“Ini celah, dan baru tahun iini seperti ini. Biasanya jurusan ini selalu terpenuhi. Selain karena memang pagu yang tidak besar, jurusan ini unik, sehingga bisa menjadi pilihan alternatif masyarakat dengan sistem PPDB yang beragam,” kata Bagus.
Ia pun terheran, mengapa jurusan keperawatan sosial, di tahun ini sepi peminat. Dengan berbagai spekulasi, ia memperkirakan, sepinya peminat jurusan Keperawatan Sosial ini karena jurusan yang unik dianggap sudah tidak menarik lagi.
“Harapannya nanti hari Senin dengan adanya perpanjangan ini, bisa menutup jumlah pagu yang hanya tinggal 24 ini,” ujarnya.
SMKN 11 Malang, dari 828 Pagu, masih terisi 624. Dari enam jurusan yang belum terisi, yang masih minim peminat adalah jurusan Keperawatan Gigi yang masih terisi 5 hingga Sabtu (08/07) kemarin. Dan yang sudah memenuhi Pagu ada tiga jurusan,yakni TKR,TKJ dan Multimedia.
Kepala SMKN 11, Drs. Gunawan Dwiyono , S.ST., M.Pd mengakui untuk jurusan keperawatan gigi yang baru didirikan, belum menarik bagi calon siswa. Dan tiga prodi TKR, TKJ, serta Multimedia tersebut masih tercepat pemenuhan pagunya.

“Yang tidak lolos dari SMA Negeri bisa mendaftar di PPDB selanjutnya ke SMK Negeri, agar pagu kita terisi,” tegas Gunawan sapaan akrabnya.
Karena, menurutnya untuk skill keperawatan masih membutuhkan lagi jenjang yang lebih tinggi. “Mungkin masyarakat ingin putra / putrinya untuk langsung kerja. Dan mereka berpikir, jurusan ini masih membutuhkan lagi sekolah lagi,” imbuhnya.
Padahal, jurusan keperawatan ini sengaja didirikan memang untuk memenuhi kebutuhan industri kesehatan. “Jadi memang maksud dan tujuan jurusan ini didirikan memang karena ingin membuka peluang baru kepada siswa agar mereka bisa mengisi dunia industry kesehatan. Dan lagi, jurusan ini juga baru ada sangat minim, di Malang,” kata dia.
Harapannya, dengan adanya tambahan perpanjangan pendaftaran PPDB online ini bisa mengisi jurusan yang kurang, khususnya jurusan keperawatan yang masih terisi lima siswa. “Untuk generasi pertama tentunya kami ingin, jurusan baru bisa menghasilkan yang terbaik,” ulasnya.
Terlebih, ia juga ingin jurusan keperawatan gigi bisa menambah rombongan belajar (rombel), sehingga juga bisa meningkatkan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudi)
Pagu SMKN 13 Malang juga masih kurang. Pagu yang disediakan adalah 228, dan sudah terisi 138. Masih kurang 90. Dari empat jurusan yang ada, jurusan Keperawatan masih kurang 50 siswa lebih.
Ketua PPSB SMKN 13, Prapto Deprianto mengatakan, adanya kekurangan pagu yang cukup banyak tahun ini, untuk jurusan keperawatan yang biasanya terpenuhi juga cukup disayangkan. Karena jurusan ini, merupakan jurusan yang menurutnya cukup menjanjikan di dunia kerja. “Ya mungkin banyak alasan siswa dan orang tua, sehingga jurusan ini masih sedikit peminatnya. Harapannya nanti, perpanjangan PPDB bisa mengisi pagu yang masih kosong ini,” pungkasnya.(sin/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :