PPDB Jalur SMP Nilai Terendah 88.00, Bisa Pilih 13 Sekolah

MALANG – Pada hari pertama PPDB SMP jalur online, Senin (10/7) kemarin, nilai tertinggi di SMPN 1 Malang menembus angka 98.00. Dan angka terendah tertinggi di sekolah yang sama, yaitu 88.80. Online berbeda dengan PPDB jalur wilayah minggu lalu, siswa hanya dapat mendaftar di satu sekolah yang terdekat dengan domisilinya.

Kini dalam jalur online, siswa dapat memilih sampai 13 SMP dalam satu rayon. (Baca grafis, Red)
Apabila nilainya tak memenuhi pada sekolah pertama, secara otomatis terlempar sesuai perankingan ke sekolah selanjutnya. Kemudian turun ke sekolah pilihan kedua, begitu selanjutnya hingga pilihan terakhir siswa. Namun, semua pilihan sekolah harus berada dalam satu rayon yang pembagiannya telah berdasarkan pada ketentuan Dinas Pendidikan Kota Malang.
Tak hanya SMP Negeri, sebanyak delapan SMP swasta di Kota Malang juga masuk dalam rayonasisasi tersebut. Salah satunya yakni SMP Muhammadiyah 2, Malang. Kepala SMP Muhammadiyah 2 Malang, Mardjono, mengatakan sekolahnya telah mengikuti sistem rayonisasi ini selama tiga tahun.
”Dengan ini, kami berharap siswa mengenal sekolah kami dan target tiga kelas terpenuhi,” ujarnya. Menurutnya, selama ini dengan ikut dalam rayonisasi, jumlah peminat di sekolahnya bertambah.
”Kalau di hari pertama ini mungkin belum bisa terlihat karena beberapa nilai siswa masih berada di sekolah negeri. Namun kami optimis, mengingat pelaksanaan PPDB masih akan berlangsung hingga tanggal 12 Juli mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM. mengatakan, Pada PPDB jalur reguler ini pula, siswa berprestasi yang telah mendapatkan rekomendasi melalui jalur prestasi beberapa waktu yang lalu, dapat melakukan pendaftaran. Namun, surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang tersebut hanya dapat digunakan sebagai ’free pass’ pada sekolah yang ditunjuk sebagai pengembang prestasi tersebut.

”Free pas tersebut tidak berlaku bila siswa mendaftar di sekolah selain yang ditunjuk. Bila ingin mencoba melalui jalur reguler dengan perankingan nilai di sekolah lain, silakan. Namun apabila tidak diterima, ’free pass’ tersebut sudah hangus,” ujarnya.
Membahas pelaksanaan PPDB SMP jalur wilayah yang telah terlaksana minggu lalu, Zubaidah mengatakan banyak pagu siswa kurang miskin yang belum terpenuhi, sehingga kuota dialihkan untuk siswa jalur wilayah reguler.
”Dalam Perda-nya memang begitu, sehingga seluruh kuota untuk jalur tersebut sudah penuh. Dengan tidak terpenuhinya kuota bagi siswa kurang mampu ini, maka dapat pula menjawab angka kemiskinan di Kota Malang. Terbukti dengan sedikitnya siswa masyarakat kurang mampu yang mendaftar sekolah,” terangnya.
Fasilitas pelayanan pendidikan bagi siswa kurang mampu ini diberikan kepada Dinas Pendidikan Kota Malang sebagai upaya peningkatan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Siswa dari keluarga tidak mampu dapat diterima di sekolah terdekat tanpa memeperhatikan nilai. Bila jumlahnya melebihi kuota, tentu akan dilakukan perangkingan berdasarkan nilai. Tetapi pada kenyataannya, jumlah pendaftar tidak sampai memenuhi pagu.
Lebih lanjut, Zubaidah mengatakan belum mendapatkan laporan mengenai siswa yang mengundurkan diri di jalur tersebut. Namun apabila terdapat kurang kuota, maka akan diagabung dengan kuota reguler.
Sementara itu, kuota lima persen dari penerimaan siswa di jalur ini ditunjukkan bagi siswa luar daerah. Ini sebagai komitmen Kota Malang untuk menfokuskan penggunaan APBD kepada siswa Kota Malang.(mg19/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...