Juara Meski Hanya Dua Bulan Pelajari Indonesia

MALANG - Baru dua tahun di Indonesia, Yusra Ahmad Wakid Siswi kelas XI SMA Islam Sabilillah mengaku masih minim pengetahuan tentang Indonesia. Namun tidak menutup peluangnya meraih juara II di olimpiade bahasa Arab yang diadakan oleh P4TK Jakarta, 6 November lalu. Ia berhasil mengalahkan 144 peserta dari seluruh Indonesia.
Kalau untuk berbahasa Arab, kemampuan Yusra sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebab ia adalah dara asli Arab yang lahir dan besar di sana. Namun, karena olimpiade ini membahas soal-soal tentang Indonesia, ia harus bisa menjawab semua pertanyaan seputar Indonesia.
Tidak mudah bagi dia mempelajari semuanya, terlebih latar belakang dia adalah siswa IPA. "Apalagi begitu masuk di SMA saya masuk IPA, dapat pelajaran IPS hanya sedikit saja," papar dia.

Awalnya, Yusra ditawari oleh gurunya untuk mengikuti olimpiade berbahasa Arab. Ia mempunyai waktu dua bulan untuk mempersiapkan semuanya. Setelah membaca kisi-kisi yang akan dipertandingkan, ia agak sedikit ragu, sebab semua mengarah ke hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia.
"Dari kisi-kisi soal, saya diharuskan bisa menghafal segala hal seputar Indonesia. Sejak saya diikutkan ke lomba tingkat kota, saya pun berniat untuk memelajari segala hal tentang Indonesia," katanya.

Yusra belajar mulai dari nama pahlawan, sejarah perebutan Indonesia, pemerintahan Indonesia, kondisi ekonomi dan politik di Indonesia hingga sejarah Indonesia.
Yusra mengaku, ia hanya mendapatkan bekal tentang Indonesia dari pelajaran sejarah. Selama satu tahun mempelajari Indonesia menurutnya belum cukup. Selain sejarah, Yusra juga mendapatkan sedikit tentang negara Indonesia tapi menurutnya masih sangat minim.
"Saya senangnya IPA,  jadi untuk olimpiade ini saya bertekad dan berniat harus bisa lolos hingga nasional, dan meraih jawara,"katanya.
Buku sejarah, buku pintar, ensiklopedia dan buku autobiografi pahlawan ia baca dan ia pelajari tanpa henti. Ia berupaya mencari referensi. Ternyata internet saja tidak cukup baginya. Menurutnya informasi di internet tidak selengkap dan seakurat ketika ia membaca buku. Selama kurang lebih dua bulan ia berupaya menghafal dan memahami segala hal tentang Indonesia. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :