Tanamkan Wirausaha, Unmer Inkubasi 108 Mahasiswa


MALANG – Kewirausahaan menjadi perhatian khusus bagi Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Melalui pusat kewirausahaan yang terbentuk dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unmer menginkubasi 108 mahasiswa untuk menjadi wirausahawan muda.
Kepala Pusat Kewirasusahaan LPPM Unmer, Muhammad Rofiq S.Si., M.Ti mengatakan, salah satu program yang dirancang bagi wirausaha yakni melalui kerja sama dengan Asosiasi Kuliner Indonesia (AKU) dan pelaku usaha bidang kerajinan. Dari lomba bisnis plan yang telah diadakan beberapa waktu yang lalu, tercetak wirausaha muda berbagai bidang dengan pencapaian yang luar biasa.
“Juara satu bisnis plan membuat donat sayur dan buah dan sudah punya beberapa gerai. Sedangkan juara kedua diraih mahasiswa ketua Inkubator yang membuat kerajinan bunga dari botol bekas, dan dipasarkan secara online,” ujarnya.
Karena tergabung dalam LPPM, maka wirausaha kerajinan bunga juga diajarkan bagi masyarakat dalam lingkup program LPPM yang dilaksanakan di Kedungkandang.
Dalam proses pembelajaran sehari-hari, Unmer telah mengintegrasikan akademik dengan entrepreneur sejak workshop kurikulum per 16 Agustus lalu. Muatan entrepreneur dirancang untuk disisipkan dalam kurikulum di setiap fakultas, dengan persiapan materi yang matang pada setiap tahap tatap muka.
“Di setiap fakultas materi generalnya sama namun substansi muatan lokalnya disesuaikan dengan masing-masing program studi, misalnya untuk jurusan teknik elektro lebih disiapkan ke arah sistem jaringan,” tambah dosen jurusan Teknik Industri ini.
Sebelum UTS, seluruh mahasiswa di semua program studi wajib mengikuti kuliah tamu dari alumni yang telah berhasil di bidang wirausaha, salah satunya dari alumni Unmer yang kini telah berhasil menjadi konsultan bidang kuliner tiga kementerian, juga alumni FISIP yang kini memiliki usaha di bidang drone dan dipercaya sebagai konsultan TNI.
Seusai UTS, akan dilakukan diklat wirausaha dengan dosen pengampu setiap fakultas datang untuk memberikan pendampingan kepada mahasiswanya. Pengajaran mata kuliah wirausaha dilakukan pada semester 3 atau 4, tergantung pada kebutuhan struktural di masing-masing jurusan.
Mengacu pada klausul Kemenristekdikti dimana perguruan tinggi harus mendampingi secara efektif minimal 20 mahasiswa dalam wirausaha, Unmer tentu dinilai jauh melampaui target.
“Di tahun pertama inkubasi kami mewadahi 55 mahasiswa, dan sekarang sudah 108,” tandasnya.
Menurutnya, setiap mahasiswa tidak selalu mempunya minat berwirausaha. Selain karena terbatasnya waktu, sebagian merasa takut gagal. Sehingga, lanjutnya, yang terpenting yakni menjaga mindset agar tidak patah arang dalam perjalanan membangun usaha. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :