BEM FIA UB Salurkan Beasiswa Sampah


MALANG – Peduli terhadap lingkungan dan kepedulian sosial ternyata bisa digabungkan menjadi satu kegiatan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIA Universitas Brawijaya (UB). Selama enam bulan pengumpulan sampah, didapatkan nominal dari hasil penjualan sebesar Rp 1,85 juta yang kemudian disumbangkan kepada dua mahasiswa tidak mampu.
Dirjen Lingkungan Hidup BEM FIA UB Imella Yusdike mengatakan, dalam satu hari kota Malang menerima beban sampah sampai 650 ton, sedangkan kesadaran masyarakat untuk diet sampah tidak berjalan maksimal.
“Berkaca dari hal tersebut kami akhirnya membuat program bernama Beasiswa Sampah. Seluruh uang yang terkumpul murni dari penjualan sampah,” ujarnya.
Sampah- sampah botol maupun kertas didapatkan melalui berbagai cara, diantaranya menyebar tujuh tempat sampah kreatif di lingkungan kampus, penugasan ospek, hingga pick up service atau penjemputan sampah ke kos atau rumah donator. Setelah terkumpul, sampah botol disisihkan terlebih dahulu untuk proses pembersihan merk botol karena dapat menaikkan harga jualnya. Hadirnya program ini tak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, namun juga menggerakkan kepekaan masyarakat kampus untuk berpartisipasi dalam tindakan terkecil sekalipun.
Berdasarkan seleksi ketat yang dilakukan BEM FIA, terpilih dua nama penerima beasiswa yakni Irma Dwi Maulida mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2015 FIA UB Malang, dan Esti Ayuningtias mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis 2016 FIA UB Kediri, masing-masing sebesar Rp 925 ribu
“Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mendaftar sebagai penerima, dimana salah satunya yakni penghasilan orang tua perbulan kurang atau maksimal Rp 1,5 juta per bulan, dan IPK minimal 3.00,” urai mahasiswa semester tujuh jurusan Bisnis Internasional ini.
Imel bercerita, dirinya tidak menyangka akan mendapatkan respon luar biasa dari penerima beasiswa yang merasa terbantu dengan program tersebut. Dekan FIA UB pun turut memberikan apresiasinya.
Digagas oleh BEM FIA masa kerja 2017, Imel berharap program ini dapat diteruskan dan berkembang di kepengurusan BEM FIA 2018 nantinya.
“Bapak Dekan bahkan menyatakan tidak menyangka kami bisa melaksanakan program ini. Beliau mendukung sekali. Kalau sudah begitu saya yakin tahun depan akan terlaksana kembali, dan semoga bisa lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih luas,” harapnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :