Bantu Tuna Netra, Rancang Topi dan Tongkat Bersensor

 
MALANG – Kecepatan dan kecerdasan dalam pembuatan desain solusi untuk suatu permasalahan, dibuktikan oleh mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik UB. Hal ini terbukti dari kemenangan tiga mahasiswanya dalam lomba 8 Hours Student Asia Pasific Design Challenge (APDeC) 2017 di Universitas Parahyangan Bandung. Dalam kurun waktu delapan jam, mereka ditantang untuk membuat desain sesuai dengan kebutuhan khusus para penggunanya.
Bertemakan Design for Special Population : Mobility and Sustainbility, tim yang terdiri dari Roby Kurniawan,  Fachrezy Pangestu Widi, dan Destantri Anggun Rizky membuat Can Helper, Cane and Cape Helper for Blind People yang terdiri dari dua alat yakni tongkat dan topi untuk tuna netra.Tongkat cane helper memiliki sensor untuk mendeteksi objek dalam radius hingga dua meter dari penggunanya, dan akan bergetar saat mendeteksi adanya objek.
“Kelebihannya bisa dilipat seperti tripod dan dibuat dengan material yang kuat. Dan semua aspeknya telah kami sesuaikan dengan kebutuhan user melalui observasi dan menggali informasi yang terdalam,” ujar Roby.
Perangkat kedua berupa topi cap helper dengan fungsi untuk mendeteksi keberadaan benda yang ada di atas dan di depan kepala pengguna. 
“Keberadaan sensor ini menjadikan kedua perangkat dapat membantu mobilisasi penyandang tunanetra dan mencegah mereka menabrak objek di sekitar mereka,” imbuhnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...