Sertifikasi Relawan Dimulai 2018

 
MALANG – Menjadi relawan bencana alam, bukan sekadar memakai kaos bertuliskan relawan. Menjadi relawan, harus mempunyai kemampuan dan skill mengatasi dan menangani korban bencana. Itulah yang dikatakan oleh Perwakilan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rudi Phatmanto, ketika menghadiri acara pembukaan Jambore Nasional Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Se-Jawa Timur di Dome Universitas Muhammadiyah Malang Jumat (01/12)
Melalui Jambore Nasional yang akan dilaksanakan selama tiga hari ini, diharapkan mampu dijadikan sebagai ajang latihan dan simulasi bagi pemuda relawan untuk melatih skill dan kemampuan mereka dalam menghadapi bencana. Rudi membeberkan, tugas relawan, bukan sekadar menolong korban, namun harus mempunyai wawasan dan keterampilan menangani korban, baik secara fisik maupun psikis.
“Paradigma penanggulangan bencana sudah berbeda sejak Tsunami Aceh. Sekarang, korban bukan hanya membutuhkan pertolongan saja, namun juga membutuhkan tindakan penanggulangan risiko setelah bencana, justru itu yang penting,” kata Rudi. 
Walaupun sudah sejak 2004 paradigma pertolongan bencana berbeda, tapi adanya sertifikasi relawan belum terlaksana. Rudi mengupayakan, akan dilaksanakan pada 2018 nanti.
Sebelum dibuat sertifikasi ini, ia memberi kesempatan kepada para relawan muda Muhammadiyah Jawa Timur untuk belajar, dan berbagi pengalaman melalui kegiatan ini. 
“Perkembangan relawan yang bersertifikasi ini, akan sangat berharga bagi kami nantinya,” pungkas dia. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :