magista scarpe da calcio Politeknik Belum Bisa Dipilih Lewat SBMPTN


Politeknik Belum Bisa Dipilih Lewat SBMPTN

 
MALANG - Rencana untuk memasukkan pilihan Politeknik dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih belum dapat direalisasikan pada 2018 mendatang. Meski begitu, telah ada utusan dari Politeknik untuk masuk dalam kepanitiaan SBMPTN tahun 2018.
"Kami sudah berbicara dengan forum rektor dan ketua panitianya yakni Prof Ir Panut Mulyono, MEng, DEng, rektor UGM. Tapi kan tidak hanya disetujui oleh ketua saja, forum harus sepakat. Sehingga untuk di SBMPTN 2018 ini masih belum," ujar Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, MM. 
Tahun lalu, Institut Seni Indonesia telah masuk menjadi pilihan di SBMPTN, disusul oleh Universitas Islam Negeri di tahun ini. Sedangkan Politeknik baru akan masuk sebagai pilihan di tahun 2019 mendatang.
"Tapi yang masuk masih hanya D4, belum D3," ujarnya.
Polinema menyatakan telah siap menjadi pilihan dalam seleksi di SBMPTN dan menilai sebagai hal positif karena disetarakan dengan universitas.
"Selama ini kan siswa mengikuti tes di SBMPTN, lalu ke SNMPTN baru ke Politeknik. Sekarang begitu langsung ingin masuk ke vokasi langsung bisa dipersilahkan lewat SBMPTN. Ini tentu bagus sekali," ujarnya.
Pada penerimaan mahasiswa baru di tahun 2017 lalu, Polinema berhasil menempati urutan pertama dalam jumlah pendaftar terbesar. Dengan kuota penerimaan hanya tiga ribu mahasiswa, jumlah pendaftar mencapai angka 57 ribu. 
"Perbandingannya satu banding 19, yang artinya satu pendaftar harus menyingkirkan 19 pendaftar lain untuk bisa masuk ke Polinema. Ini yang terbanyak di Indonesia. Namun kemudian bukan hanya itu, kualitas harus diperhatikan,"imbuhnya. 
Sementara dalam penerimaan maba tahun ini, pemerintah berencana membatasi jumlah penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) di Tanah Air. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menutup Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) di Universitas Esa Unggul, Jakarta.
“Saya setuju tadi Pak Budi (Ketua Aptisi) menyampaikan (mahasiswa) perguruan tinggi negeri memang harus dibatasi,” kata Jokowi, Rabu (29/11).
Menurut Jokowi, dalam menerima mahasiswa baru, perguruan tinggi negeri haruslah fokus dan tak menerima seluruh mahassiwa. Sebab, lanjut dia, terdapat perguruan tinggi negeri yang memiliki mahasiswa lebih dari 40 ribu.
“Saya lebih senang kalau perguruan tinggi itu fokus, tidak semuanya diambil,” ujarnya.
Presiden pun lansung menginstruksikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir agar membatasi penerimaan mahasiswa baru PTN dalam waktu secepatnya.
“Juga sudah dijawab, benar Pak, saya laksanakan. Kita tunggu saja menterinya nanti bergerak kapan,” ucap Jokowi.
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swata Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko, dalam sambutannya, menyampaikan agar pemerintah membatasi jumlah penerimaan mahasiswa baru di PTN. Sebab, jika keseluruhan mahasiswa diterima, akan menimbulkan persoalan sendiri.
“Mohon mereka (PTN) dibatasi mahasiswanya. Perguruan tinggi negeri lainnya menggunakan strategi pukat harimau, semua diambil, ini menjadikan permasalahan pokok,” ujar Budi Djatmiko.
Menurut dia, pembatasan jumlah penerimaan mahasiswa ini dimaksudkan agar mutu perguruan tinggi semakin meningkat serta dapat fokus mempersiapkan mahasiswanya menghadapi persaingan global. Dengan demikian, perguruan tinggi swasta pun juga tak perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan jumlah mahasiswanya. (ras/rol/oci)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top