Guru Honorer yang Kreatif Pantas Jadi PNS

 
MALANG - Kabar gembira bagi guru honorer di Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan pengangkatan guru honorer besar-besaran pada 2018 mendatang. 
"Kita usahakan tahun depan akan ada pengangkatan guru entah itu PNS atau guru kontrak," kata Muhadjir ditemui ketika melakukan peresmian gedung III SD Islam Mohammad Hatta, Jumat (01/12).
Muhadjir mengatakan, pengangkatan tersebut tetap melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku. Pertimbangan tersebut muncul karena melihat jumlah guru honorer yang cukup banyak di sekolah-sekolah negeri.
"Jumlah guru honorer di sekolah negeri itu sudah sangat besar sekali ya, di atas 700 ribu," lanjutnya. 
"Jadi bukan otomatis langsung diangkat, masih ada sistem seleksi yang akan kita berlakukan," lanjutnya.
Terkait berapa jumlah guru yang akan diangkat, mantan rektor UMM ini belum bisa memberikan angka pastinya. Muhadjir menyebutkan, pengangkatan guru honorer yang dilakukan tidak langsung dengan jumlah yang besar namun tetap bertahap.
Pria asal Madiun ini mengatakan, pengangkatan guru ini diharapkan bisa mengurangi kesenjangan kesejahteraan guru. Ia menilai, selama ini, kesejahteraan guru masih dalam kesenjangan. Guru berstatus PNS, dan mendapatkan sertifikasi, menurutnya mempunyai kesejahteraan yang lebih dibandingkan dengan guru berstatus honorer. Ia tidak ingin di tahun 2018, ini masih terjadi. 
“Wajah guru di 2018 harus diubah. Kesenjangan kesejahteraan juga harus dihilangkan. Menurut saya selama ini, kejadian begini tidak adil,” kata dia.
Apalagi ia menilai, selama ini guru honorer lebih menunjukkan kualitas daripda guru yang sudah diangkat PNS.
“Yang sering saya dengar saat mengunjungi sekolah, guru honorer justru banyak yang menunjukkan kualitasnya. Mereka kreatif membuat media pembelajaran, mereka rajin masuk dan mengajar di kelas,” pungkasnya. 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, total guru honorer yang ada saat ini mencapai 732.833 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 383.609 guru mengantongi ijasah sarjana tapi belum lulus sertifikasi pendidikan guru, sedangkan sebanyak 349.224 guru honorer lainnya tidak pantas untuk diangkat menjadi PNS karena tak memenuhi syarat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Apartur Sipil Negara (ASN). (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :