magista scarpe da calcio Dusun Semanding, Dau Bebas Diabetes Mellitus


Dusun Semanding, Dau Bebas Diabetes Mellitus



MALANG – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa penderita diabetes mellitus (DM) telah menembus angka sebanyak 171 juta jiwa pada tahun 2000 dan diperkirakan akan meningkat  Selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Riskesdas pada tahun 2013 terhadap orang dengan usia > 15 tahun, menunjukkan penderita diabetes mellitus di Kota Malang, menduduki peringkat kedua terbanyak di Jawa Timur.

Dengan data tersebut, empat mahasiswa Fakultas Kedokteran UB yakni Sindy Olivia Roemahlaiselan, Siti Fatmawati, Nanda Vier Yursyidah dan Ryka Widyaningtyas menggagas ide yang dinamakan Pos Konseling Kebutuhan Kalori Diabetes Mellitus atau POKARI di bawah bimbingan dosen Ns. Setyoadi. S.Kep. M.Kep. Sp.Kep.Kom.
Setelah survey ke beberapa puskesmas, mereka menemukan bahwa di Kecamatan Dau, angka kejadian DM ini termasuk tinggi. Di tahun 2014 ada sekitar 125 orang, dan tahun 2016 meningkat menjadi 205 orang. Dan dari laporan Posyandu Taman Harapan Dusun Semanding, menunjukkan jumalh penderita DM yang cukup banyak.
“Dan kebetulan di dusun Semanding ini, jumlah penduduknya banyak dan memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak dnegan proporsi yang lebih tinggi dibanding sumber gizi lainnya,” kata Nanda, salah satu anggota tim POKARI.
Bertempat di posyandu, anggota tim melakukan tiga kali screening dan tiga kali konseling selama tiga bulan terhitung Maret – Mei 2017. Screening dilakukan dengan mengecek gula darah, berat badan dan penyuluhan, kemudian warga yang terdeteksi pre-DM atau DM diundang untuk mengikuti konseling kalori.

Dalam pelaksanaan konseling, warga diajak untuk diskusi interaktif dan berbagi pengalama pola konsumsi makanannya. Dari kuisioner yang dibagikan, mereka cukup antusias dan berharap ada program kesehatan yang berkelanjutan mengingat adanya kebermanfaat yang mereka rasakan.
”Yang menarik, ada warga yang tidak mau mengaku bila dia menderita DM. Padahal, angka gula darahnya teramsuk tinggi hingga 500 dengan standart normal 200. Setelah kami lakukan pendekatan, konseling dan mengatur pola konsumsi, angka gula darah bisa turun hingga 153,” terang Nanda.
Diceritakan Nanda, masyarakat peserta konseling rata-rata patuh terhadap arahan dari mereka. Hasilnya, mereka lebih paham mengenai DM dan kebutuhan kalori. Hasil pemeriksaan lebih lanjut juga menunjukkan adanya penurunan gula darah dibandingkan dengan pemeriksaan awal.
”Kami tidak memaksa mereka untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Yang penting sesuai dengan selera dan kemampaun. Kami berikan mereka kalender yang juga terdapat tabel makanan, agar tetap ingat dengan konsep pola makan,” terangnya.
Untuk keberlanjutan program ini, tim POKARI berhjarap adanay kerja sama dengan puskesmas dan tenaga kesehatan masyarakat setempat dalam upaya membantu mengubah masyarakat.
”Jadi nggak semata-mata hanya kita saja yang berjalan, tapi harus dioptimalkan dan semakin meningkat dengan bantuan kader, tenaga kesehatan dan mahasiswa,” ujarnya. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top