SMP Muhammadiyah 2 Jadi Percontohan Nasional



MALANG - Penunjukkan SMP Muhammadiyah 2 Malang (SMP M2M) sebagai satu dari tiga sekolah piloting Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam sistem fullday school. Hal ini menguatkan upaya sekolah dalam komitmennya membentuk karakter siswa di tahun ajaran baru 2017/2018 ini. Bersama dengan dua sekolah negeri dan satu sekolah swasta dari kota Malang, SMP Muhammadiyah 2 Malang mengkuti pembinaan pada November 2016 lalu di Jakarta.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Drs. H. Mardjono, M.Si menjelaskan, sekolah telah siap dengan membuat berbagai program penguatan karakter, sebagai bentuk komitmen mendorong lahirnya siswa-siswi teladan. Lima karakter utama yang menjadi fokus yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
“Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap kepada semua siswa, termasuk siswa baru. Program ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pendidikan yang berkualitas di seluruh Indonesia dan diterapkan baik di sekolah negeri maupun swasta ,” terangnya.

Lebih lanjut, Mardjono mengungkapkan bahwa PPK ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental di bidang pendidikan. Digagas oleh Ki Hadjar Dewantara, program ini berupa sinergi antara olah hati, olah raga, olah rasa dan olah pikir yang muncul di dalam diri siswa. Dengan sinergi tersebut, diharapkan siswa memiliki kelima karakter tersebut.
“Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dan kerja sama antara sekolah, guru, orang tua dan masyarakat. Yang merupakan bagian dari terciptanya Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM),” ujarnya.
Selain kelima karakter tersebut, sekolah juga akan giat mengembangkan literasi siswa. Sebelum adanya program full day school ini, sekolah telah lebih dulu memiliki agenda pengembangan karakter siswa melalui program Bimbingan Mental dan Spiritual (BIMENSI).
“Sejak 2010 telah kami laksanakan diantaranya program spiritual sholat dhuha, dzuhur, dan asar berjamaah, kemudian ekstrakulikuler tapak suci, tari tradisional, hizbul wathan, futsal, robotik dan lainnya menumbuhkan karakter dan mengembangkan kompetensi dari setiap siswa,” tegasnya. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :