Nilai Tertinggi di SMPN 3 Malang


MALANG – PPDB SMP jalur online berakhir kemarin (11/7). Hasilnya, dapat dilihat melalui situs PPDB Kota Malang atau langsung datang ke sekolah hari ini pukul 10.00 WIB. Dari hasil seleksi, siswa nilai tertinggi berada di SMPN 3 Malang dengan nilai 93.85 dan nilai terendah tertinggi berada di sekolah yang sama, yakni 92.15. Sedangkan di SMPN 1 Malang, nilai terendah tertinggi berada di angka 91.20 dan nilai tertinggi 92.86.

Kemarin, beberapa siswa dengan nilai tinggi memilih mendaftar di saat-saat terakhir karena masih melakukan penghitungan nilai. Strategi ini dilakukan sebagai antisipasi, apabila mereka terlempar dari pilihan sekolah pertama, mereka tidak jatuh di sekolah pilihan di bawahnya yang sebenarnya tidak mereka inginkan.
Seperti yang dilakukan oleh salah satu orangtua siswa, Lilik. Hingga dua jam sebelum pendaftaran ditutup, dia masih memilih untuk tidak mendaftar terlebih dahulu. Padahal, nilai akhir yang dimiliki anaknya cukup tinggi dan setara dengan  pemilik ranking 50 terakhir dalam sistem perankingan SMPN 1 Malang.
”Saya masih akan menunggu sampai jam 13.00, kalau nilainya turun terus hingga di 20 peringkat terakhir, baru saya lari ke SMPN 5 Malang untuk mendaftar,” ujarnya.

Ini dilakukan karena anaknya memilih untuk bersekolah di SMPN 1 atau SMPN 5 Malang, padahal kedua sekolah tersebut tidak berada dalam satu rayon. Dalam sistem pemilihan sekolah dalam PPDB tahun ini, siswa dapat memilih satu hingga semua sekolah yang berada dalam satu rayon dan tidak diperbolehkan memilih beberapa sekolah dalam rayon yang berbeda.
Bom nilai tinggi di menit-menit terakhir pendaftaran memang seolah menjadi tradisi dalam PPDB. Hal tersebut diakui oleh Kepala SMPN 1 Malang, Dra. Hj. Lilik Ermawati, M.Pd. ”Memang biasanya seperti itu. Bom-bom nilai tinggi masuk dan menyebabkan siswa yang berada di bawahnya merasa was-was. Ibu-ibu yang menunggu di luar itu sepertinya sedang menunggu saat-saat terakhir pendaftaran,” ujarnya Lilik sambil menunjuk sekelompok ibu-ibu yang berada di luar ruangan pendaftaran, kemarin.
Benar saja, beberapa ibu tersebut sedang memantau pergerakan nilai dari laman PPDB sambil sesekali melirik jam tangan. Saat pendaftaran ditutup, terjadi pergeseran nilai 0.70 dari satu hari sebelumnya. Meskipun penambahan nilai tersebut tidak terlalu besar, namun nyatanya ada 32 siswa yang terdepak dari sistem perankingan SMPN 1 Malang. Pertaruangn tersebut dapat dibilang sengit mengingat hanya tersedia pagu sebanyak 144 siswa di jalur ini. (mg19/han

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...