Disdik Tutup Peluang Pendaftaran Online Tahap 2

 
MALANG - Dinas Pendidikan Kota Malang memastikan tidak ada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMP tahap dua. Kalaupun ada kekosongan pagu karena siswa yang tidak daftar ulang, maka akan ada kursi kosong di sejumlah sekolah.
“Kontrak Disdik dengan PT Telkom untuk support PPDB Online sudah selesai, jadi sudah tidak bisa lagi ada pendaftaran online,” ungkap Kasie Evaluasi dan Program Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Malang, Budiono kepada Malang Post.
Seperti diketahui, PPDB Online SMP sudah berakhir pada Rabu lalu. Sejak kemarin, proses daftar ulang sudah dimulai. Menurut Budi, panggilan akrab Budiono, pagu kosong di sekolah baru akan diketahui setelah proses daftar ulang selesai, hari ini. Jika berkaca pada tahun sebelumnya, jika ada pagu kosong maka akan dilakukan PPDB tahap dua secara offline. 
“Belum tahu bagaimana kebijakan selanjutnya apakah tahun ini akan dibuka PPDB tahap dua offline,” jelas Budi.
Biasanya, pagu kosong ini ada di SMP pinggiran. Siswa yang terlempar dari pilihannya enggan mengambil kesempatan tersebut karena jarak antara sekolah dan rumah yang terlalu jauh. 
”Memang biasanya ada yang tidak melakukan daftar ulang karena dia telah diterima di sekolah swasta, dan ketika mencoba di PPDB online, ternyata nilainya jatuh di sekolah yang tidak diinginkan lalu tidak mendaftar ulang,” urai Budi.
Namun menurutnya, hal tersebut sangat kecil terjadi, sehingga tidak mungkin dilakukan pembukaan sistem PPDB tahap 2 untuk pemenuhan pagu seperti yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.
Sementara pantauan Malang Post di SMPN 8 Malang kemarin, hampir semua siswa telah melakukan pengambilan formulir untuk daftar ulang. Hari ini, siswa masih dapat melakukan pendaftaran ulang. Setelah melakukan pengambilan formulir, orang tua yang datang diminta untuk mengisi formulir dan dikembalikan.
Dengan nilai tertinggi pada PPDB online kemarin sebesar 95.48 dan nilai terendah 89.03, SMPN 8 Malang menerima 162 siswa. Sedangkan pada jalur wilayah, sekolah menerima 108 siswa dengan jumlah pendaftar hanya 113 siswa.
”Kami hanya menyeleksi lima siswa pada PPDB wilayah kemarin. Karena wilayah kami letaknya berdekatan dengan area perkantoran, sehingga jumlah siswa usia mendaftar SMP yang berada di wilayah ini sedikit,” terang Anang Wibisono, Waka Kurikulum SMPN 8 Malang.
Sesuai dengan ketentuan, daftar ulang SMP dilakukan tanpa pungutan biaya alias gratis. Sambil melakukan daftar ulang, siswa diberikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan pengenalan sekolah yang akan digelar pada hari Senin nanti. Di SMPN 8 Malang sendiri, pelaksanaan kegiatan tersebut dipanitiai langsung oleh guru.
”Panitianya langsung oleh guru, osis hanya membantu dan menyiapkan anak-anak sebelum melaksanakan MOS itu sendiri,” ujarnya. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :