Desain Fesyen SMKN 3 Minim Peminat

 
MALANG – Hingar bingar dunia fesyen rupanya tak berpengaruh pada minat siswa belajar bidang tersebut. Jurusan Desain Fesyen SMKN 3 Malang menjadi salah satu yang kurang diminati di tahun ini. Dari pagu 36 kursi, belum terpenuhi hingga masa perpanjangan pendaftaran berakhir. Waka Kesiswaan SMKN 3 Hadi Sasmianto menuturkan, belum terpenuhnya pagu kemungkinan karena jurusan menjalankan program SMK 4 tahun.
“Mungkin orang tua berpikir ulang untuk menyekolahkan anaknya hingga empat tahun. Tapi memang untuk jurusan ini dibutuhkan waktu yang lebih panjang,” jelas Hadi.
Jurusan ini, lanjutnya, sebenarnya mempunyai prospek yang bagus. Menurut Hadi, era sekarang ini persaingan dunia fesyen semakin pesat. Lulusan jurusan ini nantinya, akan diajarkan dan dilatih untuk menjadi seorang desainer dan berwirausaha sendiri dengan produk buatannya.
“Memang untuk mendidik siswa menjadi desainer profesional itu tidak mudah. Apalagi, bidang ini tidak hanya membutuhkan keahlian saja. Namun juga membutuhkan teori mendalam karena mendesain bukan hanya sekadar memberikan konsep dan ukuran, namun keseimbangan dan keindahan juga memerlukan teori,” jelas Hadi.
Selain itu, nantinya program keahlian ini juga mendapatkan sertifikat uji kompetensi. Jadi, lanjut dia, untuk program studi ini, siswa dibekali keterampilan mendesain serta pengetahuan dan wawasan, dengan porsi empat tahun yang sudah ia jelaskan sebelumnya.
Hadi mengatakan, jurusan ini sudah sering menjuarai kompetisi yang diadakan oleh berbagai agency atau promotor dan brand tingkat nasional.  
“Siswa kami sering mengikuti kompetisi-kompetisi, dan sering mendapatkan juara,” KATA DIA.
Selain itu, kata dia, nantinya ketika siswa ingin memperdalam lagi ilmunya, bisa mendaftar ke jenjang lebih tinggi, jurusan yang sama dan linier untuk tata busana. “Wah akan sangat bagus ilmu mereka kalau diperdalam lagi, karena akan mendApatkan wawasan yang lebih lagi untuk masuk ke industri fashion nantinya,” pungkasnya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :