Program Tentara Masuk Sekolah Dimulai

Malang Post, Kegiatan “Tentara Masuk Sekolah” akan menjadi salah satu bentuk kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menandatangani Nota Kesepahaman tentang Perluasan dan Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam nota kesepahaman itu, program PPK menjadi salah satu ruang lingkup kesepakatan kedua pihak.
"Kita tahu hampir setiap desa ada aparat Babinsa (Bintara Pembina Sekolah) dan setiap kecamatan ada Koramil (Komando Rayon Militer), ada personel-personel yang nanti kita bisa bikin program Tentara Masuk Sekolah. Prajurit masuk sekolah yang melatih berbagai macam kegiatan di sekolah termasuk ekstrakurikuler, misalnya baris-berbaris, paskibra, dan seterusnya," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy usai penandatanganan nota kesepahaman di Markas Besar (mabes) TNI di Cilangkap, Jakarta, Senin (4/12/17).
Mendikbud mengatakan, kerja sama antara Kemendikbud dengan TNI sebenarnya sudah berlangsung lama dan berjalan dengan baik. Dalam nota kesepahaman kali ini, Kemendikbud menitikberatkan pada salah satu program unggulan, yakni PPK. 
“Kita evaluasi kerja sama selama ini, kemudian kita membuat penyempurnaan-penyempurnaan dalam banyak hal, terutama terkait program Kemendikbud, yaitu program unggulan Penguatan Pendidikan Karakter,” katanya.
Sebelumnya, pada September 2017, Mendikbud juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Jaksa Agung H.M Prasetyo. Program “Jaksa Masuk Sekolah” menjadi salah satu ruang lingkup dalam nota kesepahaman itu yang terkait dengan program Penguatan Pendidikan Karakter. Kemendikbud dan Kejaksanaan Agung sepakat untuk merumuskan materi dan konten yang akan disampaikan ketika jaksa masuk ke sekolah, sehingga memiliki dampak positif terhadap karakter peserta didik.
Di bidang kesenian, program PPK juga didukung oleh Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Pada tahun 2017 Kemendikbud kembali memberikan kesempatan kepada seniman dan sekolah untuk bersinergi dalam melatih dan mempraktikkan seni budaya di sekolah. GSMS 2017 diselenggarakan di 1.320 sekolah yang terdapat di 26 provinsi dengan jumlah peserta didik mencapai 26.400 orang. Mendikbud berharap, masuknya seniman-seniman ke sekolah bisa menjadi metode belajar yang menyenangkan bagi siswa sekaligus menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui seni dan budaya. (kmd/oci)
 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :