magista scarpe da calcio Kenalkan Mikro Story, Mikroskop Berbahan Terompet Bikin Siswa Gemar Baca


Kenalkan Mikro Story, Mikroskop Berbahan Terompet Bikin Siswa Gemar Baca

MALANG - MEMBACA buku belum menjadi kegemaran masyarakat Indonesia. Begitu pula anak-anak yang justru kini makin cinta gadget. Karena itu, guru SDN Sukoharjo 1 Citra Kurnia Rizkyanti membuat media pembelajaran inovatif dalam rangka menumbuhkan minat baca siswanya. Namanya Mikro Story, mikroskop sederhana yang dibuat dari bahan terompet. Media ini berhasil meraih prestasi predikat inovasi terbaik tingkat nasional oleh kemendikbud.
Kurangnya minat baca siswa membuat guru SDN Sukoharjo 1 Citra Kurnia Rizkyanti membuat media literasi baru. Media literasi yang ia beri nama mikro story terbuat dari batang terompet yamg disusun bertingkat, bentuknya seperti mikroskop dan dibawahnya ditempelkan luv atau kaca pembesar. Lalu juga disertakan meja dan lampu, tempat buku yang akan dibaca menggunakan luv. 
Penggunaaan media ini sederhana, siswa diajak untuk seolah meneliti sebuah bacaan dalam buku. Namun tidak semua buku bisa dipakai untuk media ini. Hanya buku berukuran mikro saja yang bisa digunakan.
"Buku yang digunakan, awalnya berukuran normal tapi saya kecilkan. Saya buat ukuran 10x5 cm,"terangnya.
Buku yang telah diperkecil sedemikian rupa ini, kemudian diletakkan di meja kecil tepat dibawah luv, kemudian lampu 5watt dinyalakan. Siswa siap menempelkan mata di ujung lubang kecil. Kemudian, siap membaca dengan meneropong luv. Ketika diteropong, tulisan dan gambar akan berukuran lebih besar.
Tulisan-tulisan kecil yang sulit terbaca dengan mata normal itu pun akhirnya terbaca. Menurut Citra, ia memilih membuat luv sederhana itu, karena menurutnya dengan menggunakan media itu, siswa akan lebih tertarik.
"Karena jika siswa hanya membolak-balik buku saja, kurang menarik dan membosankan bagi siswa. Melalui cara seperti ini, mereka akan penasaran dan jadi lebih bersemangat untuk membaca sambil meneropong," terangnya.
Citra mengungkapkan, ketika ia menerapkannya di kelas, siswa sangat antusias mempraktikkan. Tak hanya itu, setelah berjalan dua bulan, berdasarkan evaluasi terlihat bahwa ternyata minat baca siswa meningkat.
"Evaluasi yang saya lakukan dengan cara memberikan dua bacaan. Yakni buku bacaan berukuran normal dan buku bacaan yang diperkecil. Anak-anak, hampir seluruhnya memilih buku yang diperkecil. Karena mereka juga ingin bermain dengan mikroskop buatan," pungkasnya.
Harapannya, media ini bisa terus bermandaat untuk memunculkan minat baca siswa. Kedepannya, ia berencana akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk membuat minat baca siswanya terus ada. 
"Ke depan saya ingin, minat baca siswa lebih meningkat. Mungkin nanti dengan inovasi baru lainnya yang lebih inovatif dan menarik lagi," pungkasnya. (sinta/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :