BNN Kenalkan Jenis Narkoba dan Bahayanya


MALANG - Selasa (5/12) BNN Kota Malang melakukan sosialisasi kepada siswa SMP Kristen Aletheia. Anggota BNN Kota Malang, Wirawan menyatakan Kota Malang termasuk daerah rawan narkoba. “Bahkan Kota Malang pernah dicanangkan darurat pil koplo,” jelas Wirawan.
Ia menyuluh tentang pil koplo atau yang dikenal dengan sebutan double L adalah pil untuk anjing gila.“Harganya Rp 10.000 per tik yang berisi 11 pil. Cara pakainya ya diminum.“Obat untuk anjing kok dibuat manusia. Lama-lama ya organnya rusak.” “Dampaknya pasti sakit, dan akhirnya tubuh kita lemah,” jelas Wirawan. Menurutnya, tujuan peredaran pil koplo adalah merusak generasi muda.
Dia berharap sosialisasi tidak hanya kepada siswa tetapi juga menjangkau wali murid. Jadi wali murid bisa mengenali ketika anaknya kena pil koplo. “Harapan saya, para siswa memiliki wawasan mengenai narkoba dan bahayanya. Apalagi bentuk narkoba beragam,” jelas Fitnar Kristijaningsih, Kepala SMP Kristen Aletheia.
Ia mengatakan, komitmen sekolah sangat luar biasa, ini dibuktikan dengan kerjasama yang sudah kerja sama dengan BNN sejak tiga tahun lalu. Anggota Satgas ini bukan sembarang siswa. Anggota satgas adalah siswa-siswa terpilih yang juga merangkap sebagai anggota OSIS.
Sekolah ini juga mempunyai satgas anti narkoba. Satgas ini terdiri dari 16 siswa yang bertugas melayani teman mereka agar terhindar dari bahaya narkoba. Banyak cara yang dilakukan oleh Satgas narkoba yang baru dua minggu dirilis.
Sekolah ini juga mempunyai anggota satgas anti narkoba. Ketua Satgas, Lewi Gita Perkasa mengatakan, walaupun jabatan mereka dirangkap. Mereka tetap pada komitmen, yakni memberantas Narkoba. Sebab sejak diamanahi oleh sekolah dan BNN dua minggu lalu, mereka anggap tugas tambahan ini sebagaai tanggung jawab dan komitmen yang harus dijaga.
Upaya yang dilakukan agar mereka bisa membantu memberantas narkoba di lingkungan sekolah, adalah dengan memberikan penyuluhan serta membuat kampanye-kampanye anti narkoba.Para anggota Satgas ini sudah melakukan penyuluhan kepada orang tua siswa beberapa waktu lalu. "Kami mencari dari internet, membukanya dan mencarinya untuk bahan memberikan penyuluhan kepada teman-teman," ujarnya.
Ia mengatakan, yang ia ketahui, sekolahnya sudah lama berkomitmen dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ia semakin bersemangat karena aksi ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Terutama pihak sekolah dan yayasan, yang selalu mendukung setiap aktivitasnya.
Ia juga sudah mulai membantu dan mencari informasi siswa-siswa yang terjerumus oleh narkoba. Jika ada yang terjerumus oleh narkoba, maka petugas satgas harus lapor kepada pembina atau BK agar disampaikan ke pihak BNN KOTA.
Dalam Satgas Anti Narkoba, agar semangat dalam menjalani rutinitas sebagai anggota satgas diciptakan yel–yel yang nantinya juga akan dipertontonkan pada tamu dan undangan yang terkait dengan lomba BNN ini. Yel-yel satgas ini dilatih oleh 2 orang militer agar anak-anak satgas menyanyikannya dengan semangat dan tegas.
Nantinya akan dibentuk Posko Satgas. Posko satgas itu berguna untuk tempat berkumpulnya anggota satgas, dan tempat untuk tamu yang ingin berkunjung dan ingin tau yang berhubungan dengan Narkoba. Di posko satgas juga tempat untuk petugas satgas menulis data hadir piket yang sudah dibentuk. "Sementara memang kami pusatkan di Ruang OSIS terlebih dahulu. Sebab di ruang inilah kita sementara ini melakukan aktivitas," kata dia.
Namun, walaupun posko hanya sementara, tapi Satgas anti narkoba ini bukan hanya untuk sementara, tapi sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi narkoba. Karena dengan adanya satgas anti narkoba kita semua juga bisa membantu siswa lain yang kemungkinan terjerumus dalam hal narkoba. Dengan adanya petugas satgas anti narkoba ini bisa membuat sekolah ini semakin berkomitmen dalam memberantas narkoba. (sin/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :