Mahasiswa UIN Maliki Ciptakan Aplikasi Servis Perut


MALANG - Berawal dari pengalaman, Nuzulul Huda saat menjadi sie konsumsi suatu acara di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, yang kesulitan mendapatkan catering untuk acara. Ditambah dia yang berstatus mahasiswa baru dan perantau, tidak tahu daerah Malang. Ia ingin mencari catering yang murah sesuai budget juga enak dilidah.
Atas dasar itu, ia dan rekannya M Alif Irvan Anshori dan Ahmad Riza membuat aplikasi Servis Perut. “Aplikasi ini memiliki konsep yang sama dengan e-commerce pada umumnya, namun data yang ditampilkan adalah penyedia jasa katering,” jelas mahasiswa Teknik Informatika UIN Maliki Malang.
Minimnya info katering terutama bagi mahasiswa atau masyarakat perantau membuat Huda memiliki ide tersebut ketika bertanding dalam ajang DILO Hackathon 2017 beberapa waktu yang lalu. “Di Servis Perut ini user bisa mencari katering yang sesuai dengan keinginan mereka dan harga yang cocok tanpa harus survey ke setiap tempat katering,” terangnya.
Ada empat vendor yang sudah tergabung juga bersedia mengirimkan katering ke lokasi dengan penambahan biaya yang masuk akal meski hanya dengan order lewat aplikasi.
Saat ajang DILO Hackathon, mereka hanya disediakan waktu 24 jam untuk menentukan ide aplikasi digital yang akan mereka buat. Penilaiannya meliputi market value, keunikan, dan desain aplikasinya.
“Menurut juri, secara teknis kami memang sudah bagus. Namun tim kami tidak memiliki dasar marketing sama sekali. Menambah anggota dengan basis marketing itu adalah saran dari juri ketika kami menang,” tambah Alif.
Mereka menjuarai ajang tersebut dan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 3 juta. Serta mendapatkan tiket untuk melaju ke ajang tingkat nasional di Jakarta. “Setelah lomba selesai, rencananya kami akan terus kembangkan sampai menjadi mobile app yang sempurna dan bisa diakses oleh siapa saja,” pungkasnya. (sin/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...