Egoponik Park SMAN 8 Malang Miliki 500 Spesies Burung dan Kupu-kupu

 
MALANG - SEJAK diresmikan oleh Wali Kota Malang, Februari 2017 lalu, Egoponik Park SMAN 8 Malang terus dilengkapi koleksinya. Kalau dulu dipenuhi aneka tanaman saja, sekarang sudah ada berbagai spesies hewan. Setidaknya 500 jenis spesies burung dan kupu-kupu meramaikan taman yang ada di halaman dalam sekolah itu. Tak heran, makin banyak sekolah yang berkunjung untuk sekadar studi banding ke sana.
Berawal dari ide guru biologi, Lilik Triyani yang awalnya hanya mempunyai puluhan tanaman saja, saat ini sudah menambah dua area yang diabadikan. Sebagai guru biologi, ia selalu menganggap berbagai jenis spesies langka yang hidup harus diawetkan.  Kedua spesies tersebut, yakni love burung dan kupu-kupu, Jumlahnya sekitar 500 spesies yang dibagi dalam dua area yakni bird area dan liar butterflly area, Keduanya adalah spesies indah yang menurutnya patut dijaga. Suasana di egoponik menjadi indah dan lebih asri dengan adanya dua jenis spesies yang ditambahkan.
Lilik berpendapat, salah satu faktor paling berpengaruh terhadap lancarnya kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah ketersediaan fasilitas yang memadai yang berfungsi sebagai penunjang juga objek pembelajaran. ‎
“Sebagai pemberdayaan lahan kosong di sekolah, dengan upaya ini semoga bisa menghasilkan manfaat sebesar-besarnya,” tuturnya.
Egoponik park ini digunakan sebagai tempat pengembangan pembelajaran biologi. Namun, karena suasana sejuk, bersih, dan rindang, warga sekolah justru banyak memanfaatkannya sebagai sarana refreshing kala penat melanda.
Tanaman yang sudah ditanami antara lain adalah jenis tumbuhan, seperti tomat cherry, timun, kangkung, sawi, samhong, pagoda, serta seledri dan aneka rempah yang dapat digunakan sebagai obat.Yang ditambah disini, adalah jenis tanaman langka yang awalnya susah didapatkan. Misalnya, ia menyebutkan, pisang pisang junjung drajat, pisang kijang.
Liliek mengatakan, sayur dan toga yang dihasilkan akan dipasarkan ke warga. Jadi, sekaligus bisa mengajarkan peserta didik untuk berwirausaha. Menariknya, ketika panen raya, suasana seru terjadi di egoponik park saat dilakukan panen raya untuk ketiga kalinya. Kepala Sekolah ditemani siswa kelas XI dan XII serta sejumlah guru pendamping, menikmati momen spesial, memanen dan menikmati hasil bumi sendiri.
Harga yang dipatok pun beragam. Untuk mentimun dihargai Rp 10.000 per kg dan aneka salad Rp 35.000 per kg. Memang, harga tersebut lebih tinggi dari harga di pasaran, namun kualitas yang dihasilkan sudah tentu lebih baik dan lebih segar.
“Terlihat betapa banyak manfaat yang dihasilkan dengan adanya egoponik park ini. Namun yang paling diharapkan adalah kita semua menjadi tahu bagaimana cara mencintai lingkungan, lingkungan yang selalu bersih membuat tubuh sehat dan selalu beripikir positif,” tegas Lilik.
Terlebih, kepada SMAN 8 Kota Malang yang mampu bertindak profesional dalam mengelola lahan sekolah menjadi tempat yang sangat bermanfaat. Itu seperti adanya taman egoponik.”Taman egoponik ini sangat bermanfaat bagi seluruh warga sekolah," paparnya.
“Apalagi, isinya juga komplet, yaitu terdiri dari tanaman sayur hingga obat-obatan,” paparnya saat melihat koleksi tanaman di taman egoponik. (sinta/oci)

Berita Lainnya :