Orangtua dan Siswa Sabilillah Peduli Pacitan

 
MALANG - Siswa kelas VI SD Islam Sabilillah (SDIS) menggelar aksi sosial peduli Pacitan, kemarin. Sejumlah siswa terlihat membawa kardus bertuliskan sumbangan. Mereka mencegat para orangtua siswa yang hendak menjemput anaknya. Aksi ini pun disambut antusias orangtua yang langsung mengisi kotak-kotak sumbangan tersebut.
“Saya mendapat informasi melalui surat dari sekolah bahwa akan ada aksi peduli Pacitan, jadi sudah saya siapkan sumbangan baju layak pakai dan uang,” ungkap salah satu orangtua siswa, Kusuma.
Orangtua dari Rayyan dan Faza ini mengaku bangga dengan kepedulian sekolah terhadap korban Pacitan. Aksi ini menurutnya penting untuk menumbuhkan jiwa sosial baik pada orangtua maupun siswa. 
Tak hanya orangtua yang antusias, para siswa yang bertugas menghimpun dana juga terlihat bersemangat. Hanya beberapa jam aksi, mereka sudah berhasil menghimpun dana hingga jutaan rupiah. Aksi ini rencananya akan digelar selama tiga hari sampai Jum’at besok. Siswa akan turun ke jalan dan menggugah kepedulian warga yang melintas di depan sekolah mereka.
“Saya senang bisa terlibat di aksi ini, karena memang bencana Pacitan ini butuh uluran tangan kita,” ungkap Gadis dan Radinka, siswa kelas VI, kompak.
Aksi sosial ini tidak hanya digelar di SDIS saja, tapi juga dilaksanakan terpadu di TK, SMP dan SMA Islam Sabilillah. Di setiap sekolah ada posko yang didirikan untuk kegiatan ini. 
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran cinta sesama di Sabilillah, kami mengajak anak-anak peduli sesama yang sedang terkena musibah,” ujar Kabag Humas Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Drs. Taufikurrahman, M.Pd kepada Malang Post.
Untuk memaksimalkan penggalian dana ini, lanjutnya, sekolah juga menggandeng Majelis Orangtua Siswa (MOS). Selanjutnya, siswa juga akan mengoptimalkan penggalian dana ini dalam amal Jumat yang biasa dihimpun di kelas. Di jenjang SD, sudah ada tim penggalangan dana internal, sementara di SMP melibatkan pengurus OSIS. 
“Informasi mengenai aksi peduli Pacitan ini juga sudah kami bagikan melalui media sosial dan grup orangtua,” bebernya.
Dengan menyebar informasi ke orangtua, lanjutnya, sekolah berharap ada kesamaan rasa dalam rangka membangun semangat peduli sesama. Apalagi, menurutnya, bencana Pacitan ini kurang menggerakkan kepedulian masyarakat. 
“Kami melihat belum banyak yang tergerak, karena itu Sabililillah melalui aksi ini ingin menggerakkan kepedulian masyarakat,” tegasnya.
Rencananya, sumbangan yang terkumpul akan disalurkan melalui Muslimat dan Fatayat Kota Malang. (oci/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :