Ajak Siswa Berenang Seminggu Sekali, Jadi Pilihan Agar Tidak Stres

 

 
MALANG - SISWA SD Islam Mohammad Hatta Kota Malang memiliki kesempatan berenang setiap minggu. Sebab, saat ini sekolah memiliki sebuah kolam renang seluas 10x4,5 meter persegi, dengan kedalaman 60-140 cm. Kolam renang ini, awalnya adalah sarana ekstrakurikuler siswa, namun tahun ajaran baru nanti, akan dijadikan sebagai fasilitas pembelajaran siswa.
Kegiatan berenang di SDI Mohammad Hatta juga dijadikan sebagai salah satu kegiatan yang mendukung Program Penguatan Karakter (PPK). Sebab, ketika berenang, siswa dididik untuk mempunyai badan sehat. Prinsipnya, dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Jiwa yang sehat akan memancarkan karakter yang kuat.
“Sudah bukan zamannya lagi belajar berteori di dalam kelas, dengan setumpuk buku. Sekarang sudah zaman dimana siswa juga perlu refreshing,” ujar Kepala SDI Mohammad Hatta, Suyanto.
Dalam bayangan dia ketika itu, berenang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Sehingga siswa sudah tidak lagi belajar terus menerus, refreshing menggerakkan badan juga diperlukan dalam pembelajaran. 
Sehingga siswa senang berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang.
Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.
Renang tergolong baru karena baru ada pada tahun ini, dimana idenya dari siswa-siswi yang menginginkan pengetahuan di olahraga renang, Ekstra ini sangat digemari anak-anak walaupun masih belum ada fasilitas kolam renang sendiri tetapi bukan berarti ekstra ini ditiadakan. Dengan semangat yang tinggi oleh guru dan siswa-siswinya ekstra renang diadakan setiap hari Sabtu sepulang sekolah.
Dilihat dari segi manfaatnya, banyak manfaat yang diperoleh dari olahraga renang diantaranya adalah membentuk otot meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru, menambah tinggi badan, melatih pernafasan, membakar kalori lebih banyak, self safety, dan menghilangkan stres.
”Karena sekolah pulangnya sore-sore, siswa tidak boleh stres. Pelajaran renang yang dipandu oleh pembina atlet renang ini dilaksanakan seminggu sekali, setiap kelas sudah terjadwal,” katanya.
Ia mencetuskan ide agar kolam renang ini menjadi sarana pembelajaran siswa, yang dimasukkan kedalam nilai inti (KI). “Karena basic kami adalah sekolah Islam, saya sengaja membuat ini menjadi pembelajaran inti, sebab berlandaskan pada Hadist Nabi Muhammad SAW,” kata Suyanto kepada Malang Post kemarin.
Suyanto mengatakan, ada potongan kalimat dalam hadist yang membuatnya menjadikan renang sebagai pembelajaran wajib. Inti kalimat itu adalah setiap umat muslim wajib menjaga kebugaran dan kesehatan, salah satunya adalah dengan berolahraga.
Tahun 2015 lalu, ketika gedung 3 SDI Mohammad Hatta dibangun, ia langsung mendesain tempat khusus untuk kolam renang. Dengan harapan, bisa menerapkan prinsip dari hadist tersebut. 
“Awalnya saya mengajukan ide saya ke yayasan, dan alhamdulillah yayasan menyetujuinya. Lalu, saya berpikiran untuk membuat ekskul dahulu, ketika melihat antusias siswa dan orang tua tinggi, saya buatlah tahun depan ini, sebagai pembelajaran inti,” terangnya.
Sementara itu ketua yayasan Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS sangat mendukung penuh adanya kolam renang ini. Ia pun berharap, misi kepala sekolah dalam membangun karakter siswa bisa terwujud. 
“Saya sebagai ketua yayasan tentu menginginkan lulusan SDI Mohammad Hatta menjadi siswa yang berkarakter. Semoga dengan ini bisa terwujud,” terang Dekan FIA UB itu. (sinta/oci)

Berita Lainnya :