Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Pecinta Damai


 
MALANG - Ribuan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memadati Gedung Sport Centre, Kamis (07/12). Mereka terlihat antusias mengikuti talk show yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Metro TV. Dipandu host Zackia Arfan dan Hamdan Alkafie, acara berlangsung meriah. Acara yang berlangsung selama hampir tiga jam ini juga dimeriahkan oleh Guest Star Vidi Aldiano, animator ternama Chikita Fawzi, dan band Tani Maju.
Talk show ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa UIN Maliki untuk melakukan perdamaian dunia, dan waspada terhadap paham radikal. Acara ini juga ditayangkan dalam acara News Story Insight (NSI) Metro TV, dan dipandu presenter Metro TV Zilvia Iskandar.
Dalam kesempatan itu, Kasubid Kontra Propaganda Kolonel Sudjatmiko menyampaikan, rekrutmen dan penyebaran radikalisme yang saat ini sudah menyerang dunia kampus. Perkembangannya saat ini, melalui media sosial. Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa UIN Maliki yang hadir untuk sigap dan berhati-hati menghadapi ancaman ini.
Ia mengatakan, ancaman yang dulunya dilakukan secara tertutup, yaitu melalui kekeluargaan, pertemanan, ketokohan, dan lembaga keagamaan, sekarang lebih berbahaya.
"Orang yang jadi sasaran kelompok ini sepertinya hanya bermain game saja, tapi tanpa sadar sebenarnya sasaran sudah diajak berkomunikasi," kata dia.
Selain itu, dia melanjutkan, jaringan teroris juga menggunakan social messenger, seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM), LINE, dan telegram untuk membagikan informasi, propaganda, dan rekrutmen.
Selain melalui dunia maya atau situs online, penyebaran ini juga terjadi melalui offline. Penyebaran virus teroris melalui offline ditemukan dalam bentuk buku-buku bacaan yang bersifat propaganda.
“Banyak judul buku yang isinya propaganda, kita dan kalian mahasiswa harus jeli dan teliti tengang buku-buku yang mengarah ke propaganda terorisme,” terang dia.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjutnya, sebagai mahasiswa harus rajin melakukan riset dan kajian terhadap judul-judul buku yang bersifat propaganda.
“Saat mulai menemui buku dengan judul-judul yang propaganda, harus dikaji ulang, dicari diinternet kebenarannya, terkadang banyak teks yang dihapus,” kata dia.
Selain itu, ia memaparkan ciri-ciri khusus adanya kelompok radikal di lingkungan kampus, adalah adanya orang yang tertutup dengan pandangan orang lain, dan senang mengkafir-kafirkan orang lain. Ia meminta, jika ada individu atau kelompok yang bercirikan seperti itu, harus diwaspadai.
“Jangan mudah terpengaruh dengan orang seperti itu, laporkan ke kami langsung, kami akan menindaklanjuti,” kata Sudjatmiko. Ia mengajak para mahasiswa UIN Maliki untuk turut menjaga perdamaian dunia, dengan melakukan pencegahan-pencegahan terhadap paham radikal tersebut. 
Sementara itu, rektor UIN Prof Dr Abdul Haris yang juga menjadi pembicara berpesan kepada mahasiswa UIN Maliki agar tidak terjerumus kedalam paham radikal. Ia meminta, agar seluruh mahasiswa yang hadir bisa menerapkan tips dan strategi tentang cara menanggulangi bahaya teroris yang telah dipaparkan oleh BNPT. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...