magista scarpe da calcio 92 STETSA Nawak Mbois Kumpul Lagi


92 STETSA Nawak Mbois Kumpul Lagi


MALANG -  Reuni perak Alumni 1992 SMA Negeri 4 Malang, hari ini, bukan hanya menjadi ajang lepas kangen. Lebih dari itu. Semangat pertemanan yang terikat dengan almamater adalah bagian penting dari acara reuni yang dilaksanakan di Aula SMA Tugu.
Reuni perak Alumni 1992 yang bertajuk “STETSA 92 Nawak Mbois” adalah sebuah spirit. Setelah 25 tahun berlalu, kuatnya rasa pertemanan sewaktu masa sekolah dulu mendorong alumni Korwil Jakarta untuk mendukung panitia alumni yang berada di Malang untuk menggelar acara reuni.
“Pertemanan selama ini begitu istimewanya. Sehingga panitia memantapkan Nawak Mbois sebagai tag-line sekaligus penerjemahan teman istimewa dalam bahasa yang khas Malangan,” kata Ketua Umum reuni perak Alumni 92, Fera Afrida kepada Malang Post.
Pembuktian Alumni “STETSA 92 Nawak Mbois” ditandai dengan hadirnya lebih dari 150-an alumnus yang tersebar di Indonesia dan juga di luar negeri di acara reuni ini. Disamping alumni, 12 guru yang dulunya mengajar serta pihak sekolah turut hadir.
“Hari spesial bagi alumni 1992 diawali dengan kegiatan jalan sehat, senam  bersama dan kegiatan donor darah yang disponsori oleh Pocari Sweat sebagai kegiatan bakti sosial dari para alumni,” ungkapnya.
Kemeriahan di pagi hari diwarnai pelepasan balon-balon ke udara yang menghiasi awan pagi di atas Alun-Alun Tugu Malang.
Menginjak acara inti, peserta diajak mengenang masa sekolah bersama-guru-guru tercinta. Dapat dipastikan, suasana haru sekaligus kebanggaan terpancar pada wajah-wajah alumni dan guru-guru yang hadir di Aula SMA Tugu.
“Diawali dari berbagi kesan dan cerita dari guru dan alumni serta dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan adalah wujud kecil bakti alumni atas semua jasa guru yang telah memberikan bekal ilmu yang begitu besarnya,” tegasnya.
 “Rangkaian acara reuni ini tidak akan melupakan bakti kami kepada guru dan kepada almamater. Untuk itu alumni telah mengupayakan hal terbaik yang bisa diberikan kepada guru-guru dan juga kepada almamater SMAN 4 Malang tercinta,” tambah Ketua I Reuni perak Alumni 92, Robertus Bambang Wicaksono.
Tidak hanya berhenti di satu hari ini saja. Di minggu berikutnya perwakilan alumni bersama pihak telah merancang kelas-kelas inspirasi yang akan memberikan pandangan dan motivasi kepada siswa-siswa SMAN 4 Malang dalam menghadapi tantangan dan persaingan di era global setelah lepas dari sekolah nanti.
“Kami (alumni,Red) dan pihak sekolah berkeinginan untuk selalu menularkan pengalaman dan praktik baik kepada siswa agar mereka (siswa) siap untuk menjadi figur-figur yang lebih baik lagi,” ujar Mbink, sapaan akrabnya.
Acara puncak dari reuni perak diisi dengan kemeriahan dengan berbagi kebahagiaan melalui hiburan-hiburan, games dan doorprize yang jumlahnya cukup melimpah atas partisipasi para alumni. Beberapa alumni memberikan komentar, reuni ini bukan semata-mata ajang hura-hura.
“Jadi intinya reuni alumni 92 STETSA, kami sepakat bahwa kita punya misi dan visi kedepannya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kami juga mempunyai misi untuk mengangkat dan meringankan beban saudara-saudara kami sesama alumni 92 STETSA,” kata Andri T. Ashari.
Sementara bagi Ambar Setiawan, reuni ini adalah salah satu media untuk memperpanjang usia dengan merefresh kenangan indah masa lalu. Sedangkan Diah Widowati menerangkan, panitia bekerja keras untuk mengumpulkan teman-teman yang 25 tahun tidak bertemu untuk menjalin silaturahmi yang sempat terputus.
“Alhamdulillah respon dari teman-teman alumni sangat positif dan mendukung untuk diadakannya silver reunion ini. Terima kasih banyak buat teman-teman yang sudah mempercayakan kita sebagai panitia untuk mengurus acara reuni,” tutur Bendahara Reuni perak Alumni 92 ini.
Terakhir, Yayan Riyanto, SH, MH, salah satu alumni mengaku bersyukur bisa berkumpul lagi dengan teman-teman semasa SMA. "Selamat dan sukses reuni perak lulusan 92," tegas pria yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Malang ini.
Yayan, sapaan akrabnya mengaku banyak memiliki suka dan duka semasa sekolah di Jalan Tugu tersebut.
"Alhamdulillah, bisa kumpul lagi dengan teman-teman disela-sela kesibukan dalam membela para pencari keadilan," ungkap advokat yang memiliki jam terbang  tinggi dan berskala nasional itu. (mar/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top