Bantu Mahasiswa, IKA UB Bagikan Beasiswa

 
MALANG – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya Malang (IKA UB) membentuk wadah baru untuk membatu para mahasiswa yang tengah kuliah di UB. Brawijaya Abdi  atau Unibraw Abadi secara resmi dilaunching pada reuni akbar Universitas Brawijaya (UB) 2017, Sabtu (9/12) kemarin. 
Yayasan yang telah disahkan Kemenkumham melalui surat nomor 07120531100117 itu, Brawijaya Abadi akan mengelola dana abadi IKA UB. Dana itu digunakan untuk membantu para mahasiswa yang tidak mampu melalui beasiswa. Ketua Panitia reuni, Arief Subekti mengatakan, beasiswa ini diberikan kali pertama kepada para siswa yang ingin menempuh pendidikan di UB atau mahasiswa yang ada di UB.
“Kami akan membuat pengumuman yang akan dipasang disepanjang kampus. Harapan kami, bisa memberikan banyak beasiswa kepada mahasiswa,” kata Arief kepada Malang Post.
Dijelaskannya, dana pendidikan yang sudah terkumpul hingga malam keakraban Sabtu malam kemarin, lebih dari Rp 500 juta. Dana ini diharapkan bisa menjangkau lebih dari 50 mahasiswa. Kualifikasi utama yang ditetapkan IKA UB adalah mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. 
Setelah itu, akan dilihat berdasarkan prestasi. Sebab beasiswa yang dianggap pelengkap beasiswa yang sudah ada. Arief menambahkan, dua tahun sebelumnya, IKA UB sudah memberikan dana bantuan kehidupan.
“Tapi dana ini belum bisa dikatakan beasiswa, sebab jumlahnya yang tidak menentu dan jumlah penerima berubah setiap tahunnya,” teranngnya.
Selain launching Brawijaya Abadi, reuni akbar kali ini juga digelar diskusi dan kajian. Salah satu kajian dan diskusi yang dilakukan kemarin adalah diskusi tentang Kopi bertajuk “Malang Coffee day”. 
Dalam diskusi ini, hadir beberapa narasumber yang ahli dalam bidang pertanian kopi, yakni,Prof Erani Yustika, Dirjen Kementrian Desa, Prof Dr Syamsul Bahri ,MS, Pakar kopi Fakultas Pertanian UB, Weny Bekti Sunarharum S.TP, M.Food, St, P.Hd, Akademisi FTP dan peneliti kopi.
“Potensi kopi yang dimiliki oleh Malang sangat tinggi. Kita perlu berkomiten untuk membangkitkan popularitas kopi robust, bahkan menjadi ikon Malang yang bisa dikemas dijadikan oleh-oleh kha Malang,” kata Prof. Dr Sayamsul Bahri, MS.
Ia juga mengajak para akademisi, alumni, dan mahasiswa yang hadir untuk turut membantu mengembangkan potensi kopi di Malang. menurutnya tanaman kopi yang tumbuh di daerah pantai Malang selatan harus bisa berkembang dan dikenal hingga nasional.
“Kami akan memberikaan edukasi untuk petani, strategi pengolahan yang baik agar menghasilkan produk kopi berkualitas. Sebab, pengolahan kopi sangat mempengaruhi kualitas produk nantinya,” terangnya. 
Rangkaian acara reuni akbar ditutup dengan jalan sehat yang diikuti oleh para alumni. Start dilakukan digedung Samanta Krida pukul 06.00. Kegiatan jalan sehat ini dimeriahkan oleh comedian ternama Cak Lontong, serta penampilan mahasiswa asing UB, dan Brawijaya Orchestra. (sin/aim)

Berita Lainnya :

loading...