SD Insan Amanah Cetak The Real Generasi Qurani

 
MALANG - 168 siswa SD Insan Amanah tak kuasa membendung air mata mereka saat bersimpuh dan sungkem kepada orang tuanya. Sungkem ini sebagai tanda syukur setelah mereka dinyatakan lulus dengan baik dalam imtihan. Para urang tua pun merasa haru dan penuh bangga pada generasi Qurani yang dicetak SD Insan Amanah ini. 
Ummi Fajrin, salah satu orang tua siswa  mengungkapkan terima kasihnya kepada SD Insan Amanah yang t berhasil membina para siswa hingga berhasil menempuh pendidikan Alquran. 
“Kami tidak salah memilih sekolah ini. SD Insan Amanah telah menunjukkan kualitasnya dalam mendidik siswa, sehingga anak-anak kami tidak hanya pandai secara akademik tapi juga unggul di bidang keagamaan utamanya pendidikan Alquran,” ungkap Ummi Fajrin, usai Khataman dan Imtihan Akbar ke-4 yang digelar SD Insan Amanah bersama Ummi Foundation Malang, di Ballroom Baiduri Sepah Sabtu (9/12) kemarin.
Dalam imtihan ini ada tiga bidang yang diuji, yaitu bidang tartil, tahfidz dan turjuman. Dibidang tartil ada 80 siswa, tahfidz 64 siswa dan turjuman 24 siswa. Kordinator Bidang Keislaman, Yakmun Taufiq, M.PdI mengatakan, sebelum mengikuti khataman dan imtihan akbar, para siswa telah melewati beberapa tahap pembinaan.
Mereka mengikuti pembinaan matrikulasi pengelompokan siswa, mengaji mulai jilid satu sampai enam dengan metode ummi, hingga di kelas tiga mempelajari tajwid. Siswa juga belajar gharib dan bacaan Alquran untuk mengikuti munaqosah. 
“Jika lulus mereka akan melanjutkan ke tahap tartil ummi. Mereka harus dapat menguasai materi tajwid, gharib, fasohah, makhorijul huruf dan hafalan,” terangnya. 
Ia melanjutkan, siswa yang dinyatakan lulus tartil  akan masuk ke tahap tahfidz yaitu menghafal juz 30. Dan yang terakhir mereka akan melalui tahap turjuman sebagai tahapan tertinggi di kelas 4 sampai kelas 6.
“Turjuman merupakan tahap terakhir dimana siswa diajarkan untuk mengerti gerakan dan bacaan salat beserta intisarinya,” terang Taufiq. 
Kepala SD Insan Amanah Suhardini Nurhayati, M.Pd menjelaskan, digelarnya imtihan sebagai bentuk pertanggungjawaban siswa di hadapan Allah, orang tua dan guru dari apa yang telah mereka peroleh selama ini.
“Disinilah perlu adanya ujian, agar siswa tidak sekadar hafal tapi sampai pada tingkat pemahaman,” ucapnya. 
Dia berharap siswa-siswi SD Insan Amanah tetap istiqomah belajar Alquran, termasuk juga melaksanakan perintah salat secara tumakninah, sampai mereka menjadi generasi yang qurani yang tidak hanya menghafal Al-quran tapi juga memahami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 
Pelaksanaan imtihan diawali dengan pengujian dibidang turjuman oleh Ahmad Mirzaq, LC dari Ummi Foundation Surabaya.  Dilanjutkan dengan siswa-siswi tahfidz, dan terakhir tingkat tartil oleh M. Badrus Sabili, ST selaku Direktur Ummi Foundation Malang.
Seluruh tahapan ujian, dapat dilalui dengan sangat baik oleh siswa. Tak sedikit apresiasi diberikan orang tua dengan memberikan hadiah langsung kepada siswa yang berhasil menjawab soal dengan baik. 
Badrus Sabili berharap siswa-siswi peserta imtihan dan seluruh siswa SD Insan Amanah secara keseluruhan merupakan aset penting yang harus dijaga dengan baik oleh orang tua.
“Mereka adalah aset terpenting dalam hidup kita semua. Tidak ada aset yang lebih penting dari pada anak yang soleh dan solehah yang akan kita banggakan di hadapan Allah kelak,” ucapnya di akhir acara. (imm/sir/aim) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...