Ngakak, Cak Lontong Kerjai Petinggi UB


MALANG - Wajah Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS merah merekah karena menahan tawa, Minggu (10/12) dalam acara Jalan dalam rangka Dies Natalis ke-55 UB. Tidak sampai 5 detik menahan tawa, Bisri kemudian melepaskan tawa terbahak-bahaknya. Ini terjadi akibat “ulah” pelawak ibu kota, Cak Lontong. Ia mencoba mengeja nama orang nomor satu di UB dan mencari makna dari nama Bisri yang mengundang seisi gedung tertawa.
“Nama bapak, Muhammad awalnya artinya adalah ‘membuat mahasiswa cermat’ lalu Bisri artinya bisa sukses dan mandiri. Jadi beliau ini bisa membuat mahasiswa makin cermat bisa sukses dan mandiri. Luar biasa sekali,” kelakar pelawak bernama asli Lies Hartono ini.
Cak Lontong kemudian mengatakan bahwa makna nama Bisri inilah yang ia yakini membuat UB Malang dapat berkembang pesat sampai usia 55 tahun lamanya. Dengan tampil menggunakan baju alumni UB, ia menceritakan pula bahwa ia dan Bisri pun sudah kenal sejak lama.
Pria berusia 47 tahun ini mengaku dirinya sudah mengenal Bisri sejak kurang lebih 7 tahun yang lalu saat bertemu di sebuah acara.
“Beliau tanya ke saya ‘Cak Lontong gimana kabarnya sudah makan? belum kata saya. Lalu Pak Bisri ngeluarin dompetnya saya dikasi seribu. Seribu US Dolar rek, jangan salah,” ungkap Cak Lontong disambut tawa riuh peserta acara yang juga rangkaian dari temu alumni UB ini.
Setelah “mengerjai” Bisri, Cak Lontong pun berpindah pula pada wakil-wakil rektor UB lainnya. Ia kemudian menyapa Wakil Rektor I UB Dr. Ir. Kusmartono. Dengan gaya yang sama, ia mulai mencari-cari makna nama Kusmartono.
“Ini kok agak susah ini namanya, mau dilewati ya kok ga enak tapi wakil rektor satu ya,” canda Cak Lontong yang mengundang tawa lepas dari Kusmartono sendiri yang duduk berjejer dengan Bisri. Keduanya kemudian tertawa terbahak-bahak.
“Oke, Kusmartono, fokus bikin mahasiwa pinter di sini dan di sono itu artinya. Haha. Untung nemu ya pak,” kelakar Cak Lontong mengundang tawa ribuan peserta gerak jalan.
Tidak hanya Rektor dan Wakil Rektor I UB saja yang menjadi bahan Cak Lontong, Wakil Rektor III Arief Prajitno sampai Ketua Pelaksana kegiatan ini pun tidak lepas dari candaan Cak Lontong.
Selama kurang lebih 60 menit Cak Lontong berhasil menghibur ribuan peserta alumni akbar UB yang hadir. Hal ini pun diakui Cak Lontong sebagai kebanggan tersendiri bisa bertemu dengan keluarga besar civitas akademika UB Malang.
“Pokoknya ga ada nama-nama orang UB yang elek-elek. Luar biasa semuanya kompak semua. Kalau ga kompak ga mungkin duduknya hadap saya semua ya? salam lemper!” tutup Cak Lontong disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah.
Dalam kesempatan ini, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS secara resmi juga melaunching Orkestra Brawijaya Simphoni untuk Negeri. Bisri menjelaskan dirinya berharap di tahun yang kian bertambah, UB dapat terus menciptakan karya-karya dan kontribusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Harapannya dengan orkestra UB dapat meramaikan kekayaan budaya Indonesia dan melahirkan karya-karya hebat untuk Indonesia,” tutur Bisri di sela acara.
Orkestra Brawijaya dalam kesempatan ini memberikan penampilan perdananya dengan membawakan delapan lagu kebangsaan dan perjuangan Indonesia. Terdapat 40 pemain terbentuk untuk Orkestra ini. Mereka adalah mahasiswa UB dari seluruh fakultas yang telah melalui tahapan audisi sejak bulan Mei 2017 oleh Purwatjaraka dan Tri Utami.
Bisri kemudian melanjutkan bahwa selebrasi bertambahnya usia UB dapat dijadikan refleksi. Bagaimana membuat inovasi yang ada tetap bertahan dan berkembang. Serta mendorong seluruh anggota civitas akademika UB untuk saling mendorong satu sama lain untuk terus berkembang.
“Selalu bangga dengan UB. Seluruh mahasiswa, dosen, karyawan, alumni-alumni juga. Semoga jalinan silahturahmi tetap terjaga,” pungkas Bisri.
Kurang lebih terdapat 13 ribu peserta gerak jalan dalam rangka Dies Natalis ke 55 UB mengikuti kegiatan ini. Tidak hanya jalan sehat bertabur banyak doorprize saja yang ditawarkan, kegiatan ini juga mengadirkan penampilan reog yang tak kalah menyita perhatian.
Penampilan Reog ini ditampilkan apik oleg mahasiswa asing UB yang tergabung dalam Dharmasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB. Koordinator Reog UB Bayu Aji mengatakan, penampilan tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Dharmasiswa dan Unit Aktivitas Karawitan dan Tari UB dalam merealisasikan program belajar bahasa dan budaya Indonesia.
Mahasiswa asing penampil Reog tersebut adalah Ali dari Jepang, Juliana (Madagaskar), Edi (Timor Leste), Habib (Thailand), Roman (Ukraina), Bosha (Sudan), Izatula (Tajikistan), dan Kim (Korea).
 "Ini pengalaman pertama kami, dan sangat menarik bisa belajar seni budaya Indonesia terutama Reog, karena saya juga suka menari," ujar Juliana mahasiswa asing dari Madagaskar yang mengaku sudah latihan selama dua bulan untuk mempersiapkan pementasan Reog ini. (ica/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :