Sarjana Agribisnis dan Agroteknologi Lebih Siap Kerja

 
MALANG - Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (FAPERTA UNISMA) berdiri sejak tahun 1980.  Fakultas ini mempunyai dua Program Studi dengan fokus peminatan masing-masing yang berbeda. Yakni  Agribisnis dan  Agroteknologi. Dua Prodi tersebut mempunyai fasilitas pengembangan yang berbeda dengan orientasi skill pertanian dan juga prospek kerja berbeda pula.
Dekan Faperta Unisma Dr. Ir. Nurhidayati, MP, Agribisnis sebagai prodi yang paling awal membekali mahasiswa kemampuan pemberdayaan masyarakat, penyuluhan & komunikasi bisnis masyarakat, agribisnis dan kewirausahaan. Muatan lokal tersebut diberikan di luar jam perkuliahan.
"Tujuannya adalah agar mahasiswa tahu dulu kemana mereka nanti akan bekerja. Setelah itu baru dibekali skill. Seperti penyuluh, mereka harus punya skill komunikasi dan harus punya mental berwirausaha," kata dia.
Peluang wirausaha yang bisa dilakukan seperti budidaya tanaman anggrek dan jamur edible, biokompos dan biopestisida, holtikultura landscape/pertamanan, dan pengolahan hasil pertanian.
Jadi, lanjutnya, ketika nanti mahasiswa lulus mereka sudah tidak lagi mencari-cari potensi mereka. Sebab dibangku kuliah sudah dibekali dan diberi wawasan serta skill untuk masa depan.
Selain program muatan lokal, fasilitas fisik juga lengkap. Prodi Agribisnis mempunyai laboratorium yakni Laboratorium Agribisnis, Green House, Kombong Jamur, Home Agroindustri Model Agribisnis. Fungsinya, lanjut Nurhidayati lagi adalah tempat praktik mahasiswa secara langsung di lapangan.
Nurhidayati mengatakan, ketika praktik lapangan, mahasiswa akan diajarkan mulai dari pengelolaan pertanian hingga evaluasi. Sebab, prodi ini menekankam hingga hasil penjualan produk pertanian.
"Kalau prodi ini memang lebih kompleks belajarnya dibanding dengan prodi agroteknologi," terangnya.
Namun, kata dia, Agroteknologi yang lebih ke fokus pertanian juga tidak kalah prospektif. Nurhidyati mengungkapkan, Agroteknologi mencetak lulusam berwawasan pertanian yang benar-benar fokus sebagai petani, namun mempunyai teknik dan teori. Sebab mereka akan terus berfokus kepada tanaman pertanian, tanpa memperhatikan hasil tani.
"Kalau prodi ini mahasiswa akan diajarkan untuk mengelola pertanian, muatan lokal juga kami ajarkan," terang dia.
Muatan lokal prodi ini adalah Divisi Biokompos, Biopestisida, Tanaman Hias, Jamur Edible, dan Pengolahan Hasil Pertanian.
"Walaupun mereka berfokus pada tanaman pengelolaan pertanian saja, namun keuntungannya adalah mereka mempunyai keahlian yang lebih berfokus. Artinya tidak perlu memikirkan untung rugi hasil pertanian," bebernya.
Fasilitas ruang kuliah juga representatif, prodi ini mempunyai Laboratorium Dasar dan Terpadu (e-Laboratory), Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Kompos, Kebun, Percobaan dan Pembibitan. "Semuanya memang berfokus pada produksi tanaman pertanian," kata dia.
Nurhidayati mengungkapkan, kedua program studi tersebut memang mempunyai visi untuk mencetak karakter lulusan masing-masing. Ia hanya menyarankan kepada mahasiswa yang nantinya ingin mendalami ilmu pertanian agar bisa memetakan keinginan mereka dan menyesuaikan jurusan yang dipilih. 
Selain fasilitas khusus, Faperta Unisma juga mempunyai fasilitas pembelajaran yang digunakan bersama, yakni Laboratorium Komputer dan Multimedia, serta Perpustakaan digital (e-Library). (sin/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :